PDIP: Reshuffle Jilid II Sebaiknya Dilakukan Oktober
Astri Novaria
18/8/2015 00:00
(MI/Panca Syurkani)
POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali merombak kabinetnya. Menurutnya, reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Jokowi beberapa waktu lalu belum menjawab harapan publik.
"Reshuffle kabinet dilakukan karena ada beberapa menteri yang kinerjanya dinilai tidak baik, koordinasinya tidak solid. Setelah kondisi ini, persoalan kinerja yang tidak maksimal dan koordinasi yang tidak solid ternyata masih ada," ujar Hendrawan saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8).
Meskipun demikian, Hendrawan belum mau menjelaskan secara rinci siapa menteri yang dianggapnya masih belum baik kinerjanya. Menurutnya, Jokowi baru melakukan reshuffle kabinet minimalis, agar tidak menimbulkan goncangan.
"Kan publik tahu lah mana menteri yang kurang pas dibagiannya," imbuhnya.
Saat ditanya komentarnya mengenai sejumlah menteri yang baru dilantik oleh Jokowi ia menganggapnya sudah tepat.
"Memang ada dua yang dipersoalkan, Thomas Lembong di Perdagangan background-nya investment manager jadi lebih banyak di sektor non riil. Kedua, Pak Sofyan Djalil kenapa kok di Bappenas sementara dia ahli hukum dan tata kelola perusahaan," tandasnya.
Lebih lanjut kata dia, pihaknya akan menyampaikan soal perombakan kabinet lanjutan ini saat pertemuan rutin partai-partai KIH dengan Presiden RI Joko Widodo.
"Ya, kami akan sampaikan. Menurut kami, Oktober paling cepat (reshuffle kabinet) dilakukan. Pas 1 tahun. Kementeriannya apa, itu nanti," pungkasnya. (Q-1)