Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Sementara itu di balik rencana tersebut, ternyata tidak semua fraksi mengetahuinya. Seperti diutarakan oleh Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate.
"Belum pernah dibahas bersama fraksi, di rapat pengganti bamus juga tidak disinggung, mungkin karena hanya protokoler, atau dibicarakan pada saat reses dimana kami masih di dapil masing-masing," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (15/8).
Johnny mengatakan lebih lanjut mayoritas DPR sudah menyetujui proyek-proyek DPR ini pada APBNP 2015. "Walaupun saat itu kami tidak menyetujui namun mayoritas fraksi DPR sudah setujui dan anggarannya sebagian sudah dibiayai dalam APBNP 2015, sekarang hanya melanjutkannya saja," kata dia.
Mengingat secara fisik belum mulai dilaksanakan, sambungnya, jika fiskal kurang memadai maka proyek tersebut bisa ditunda pembangunannya sampai keuangan negara lebih sehat.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Ia mengatakan pihaknya tidak mengetahui soal penandatanganan prasasti museum. "Belum tahu mengenai penandatanganan," akunya. Bahkan, kata dia, tidak ada pemberitahuan bahwa Jokowi akan menandatangani prasasti museum tersebut.
Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana pun mengatakan hal yang sama. "Penandatanganan museum kemarin oleh presiden, saya sebagai pimpinan fraksi tidak tahu, tidak dikabari dan tidak diundang," jelasnya. Bahkan, kata dia, di dalam agenda DPR pun tidak dijelaskan.
Saat ditanyakan apakah fraksi Hanura setuju dengan rencana penataan kawasan parlemen tersebut, Dadang menyampaikan pada dasarnya selama dilakukan transparan, disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat, pihaknya tidak keberatan.
"Tetapi yang
paling mendesak itu adalah reformasi kelembagaan DPR menuju parlemen
modern. Karena itu yang akan mendorong DPR untuk bekerja lebih produktif
dan lebih profesional. Ketika itu sudah terjadi, pembangunan sarana
prasarana pendukung tentu tidak akan menimbulkan resistensi yang
berlebihan," tandasnya. (Q-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved