Presiden Dinilai Lupa Peran Industrialisasi dan Inovasi Teknologi

Ilham Wibowo
15/8/2015 00:00
 Presiden Dinilai Lupa Peran Industrialisasi dan Inovasi Teknologi
(ANTARA/Puspa Perwitasari)
Anggota Komisi XI DPR RI Zulkieflimansyah menilai Presiden Jokowi tidak memberikan terobosan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Jokowi lupa pentingnya industriliasi dan peran private sector, juga inovasi tekonlogi.

Zulkieflimansyah mengatakan isi pidato Jokowi dalam sidang tahunan MPR RI tidak menggambarkan betapa pentingnya memiliki ekonomi berbasis industri. Hal ini membuat perekonomian Indonesia sangat rentan terhadap goncangan ekonomi dunia.

"Sayangnya di tengah membangun optimsime dalam RAPBN, Pak Jokowi mungkin lupa pentingnya industriliasi dan peran private sector. Pak Jokowi juga lupa peran inovasi teknologi dalam pertumbuhan," tutur Zulkieflimansyah dalam sebuah diskusi dengan topik Catatan RAPBN 2016 di Jakarta, Sabtu (15/8).

Mustahil untuk memperkuat industri tanpa adanya inovasi. Zulkieflimansyah mengatakan ekonomi Indonesia tidak bisa lagi menerapkan praktik tambal sulam.

"Abainya Pak Jokowi menyoroti persoalan ini perlu diingatkan kembali. Jangan sampai kita berkutat pada angka-angka makro saja," tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Lebih lanjut Zulkieflimansyah mengatakan pendekatan ekonomi yang dilakukan saat ini sama saja atau tidak berubah dengan pemerintahan sebelumhya. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen dinilai akan sulit untuk dicapai.

"Pemerintah kita ini boleh ganti presiden tapi pendekatan ekonomi masih hampir sama. Walau pun Pak Jokowi sadar betul situasi ekonomi tidak mudah, tentu beliau sebagai presiden harus mampu distribusikan harapan buat masayarkat kita," tuturnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya