Masih Andalkan Impor, Indonesia Dinilai belum Kuat
Al Abrar
15/8/2015 00:00
(ANTARA/Zabur Karuru)
Ilmuwan yang juga wartawan senior Ninok Leksono menilai bangsa Indonesia, di hari kemerdekaannya yang ke 70, Indonesia belum kuat. Sebab, pemerintah masih banyak mengandalkan impor.
"Sudah 70 tahun merdeka yang katanya menjadi bangsa pembelajar, tapi alih-alih makin hari kita merasakan impor yang besar," kata Ninok dalam diskusi 'Membaca 70 Tahun Indonesia' di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8).
Ninok mencontohkan seperti garam, kedelai masih memgandalkan impor dari negara lain. Seharusnya dengan sumber daya alam yang tinggi, Indonesia dapat memanfaatkan hal tersebut.
Oleh karena itu Ninok berharap di era Presiden Joko Widodo sekarang ini, pemerintah lebih menegedapankan kemandirian, agar tidak dipandang remeh oleh negara lain.
"Itu yang harus kita dorong, agar Indonesia jauh lebih kuat dari yang sekarang," tegas Ninok. Empat faktor jadi negara kuat
Lebih lanjut Ninok mengatakan empat faktor yang menjadikan suatu bangsa hebat tak dipenuhi oleh Indonesia.
"Belum terpenuhi semua, seperti politik yang kokoh, ekonomi yang stabil, militer yang perkasa, dan teknologi yang unggul," kata Ninok.
Ninok menyebut jika empat faktor tersebut dipenuhi oleh Indonesia maka negeri ini akan diakui ole bangsa lain.
"Coba kita perhatikan mana ada negara maju, ekonominya bobrok, militernya lemah, ipteknya ketinggalan," jelasnya.
Oleh karena itu, sangat disayangkan di usia kemerdekaan ke 70 ini, kondisi bangsa Indonesia belum kuat karena pemerintah belum mengupayakan empat faktor tersebut.
"Ini tugas yang tidak ringan. Kita harap pemerintah mampu membenahi empat faktor tersebut, agar Indonesia menjadi negara maju," tukasnya. (Q-1)