Serapan Anggaran Rendah Jadi Indikator Presiden Rombak Kabinet Kedua

Al Abrar
15/8/2015 00:00
 Serapan Anggaran Rendah Jadi Indikator Presiden Rombak Kabinet Kedua
(MI/Panca Syurkani)
Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub meyakini akan ada perombakan kabinet kedua oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu indikatornya adalah rendahnya penyerapan APBN 2015 di sejumlah kementerian.

"Masih banyak menteri yang penyerapan anaggrannya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Soal penyerapan itu tergantung pada kinerja," kata Muslim saat dihubungi, Sabtu (15/8).

Politikus PAN ini yakin, jika ada perombakan kabinet jilid kedua oleh Presiden Jokowi nanti, program Nawacita yang digadang-gadang oleh Jokowi akan berjalan. Apalagi dia menilai masih ada menteri-menteri yang dinilai kinerja belum memenuhi keinginan Presiden.

"Apa yang dilakukan Jokowi barangkali itu langkah yang tepat," tambahnya.

Oleh karena itu Muslim menghimbau kepada Presiden untuk bertindak tegas dengan mengganti para pembantunya jika dalam melaksanakan tugas tidak sesuai dengan visi misi Presiden.

"Saya rasa kita sependapat juga pergantian jilid kedua ini diharapkan terjadi," tukasnya.

Presiden Jokowi telah mengumumkan reshuffle Kabinet Kerja. Presiden Jokowi memberhentikan lima menteri. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Perekomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjiatno. Selain itu, juga Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Presiden Jokowi lalu mengangkat Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Polhukam, Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman, Sofyan Djalil sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan. Presiden juga megangkat Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya