Jika Didepak Jokowi, Sofyan Djalil Ngaku Bakal Punya Nilai Jual Tinggi
Desi Angriani
12/8/2015 00:00
(MI/Panca Syurkani)
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil tak cemas jika didepak Presiden Jokowi dari kabinet kerja. Ia optimistis nilai jualnya semakin tinggi setelah melepas jabatan menteri.
"Kalau reshuffle kita kembali ke swasta. Maka makin mahal harganya, itu bagusnya orang profesional, revolving door, dari swasta masuk pemerintah, dari pemerintah masuk lagi swasta," kata Sofyan seusai ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8).
Bagi Sofyan menjadi seorang menteri adalah sebuah kehormatan. Ia bersyukur bisa mengabdi terhadap negara dan presiden. Oleh sebab itu, ia mengaku pasrah dan menerima keputusan Jokowi terkait perombakan kabinet.
"Reshuffle enggak reshuffle enggak masalah. Sebuah kehormatan bisa mengabdi kepada negara, bisa mengabdi kepada presiden," pungkas dia.
Sofyan Djalil santer disebut-sebut sebagai satu dari lima menteri yang akan diganti Jokowi. Sebelum ditunjuk sebagai Menko Perekonomian, Sofyan menjabat posisi penting di 14 perusahaan swasta.
Ia menjabat komisaris utama maupun advisor seperti IIF, PT Trimegah Securities, PT Multi Adiprakarsa Manunggal (KARTUKU), Pasifik Satelit Nusantara, dan Pembangunan Pelabuhan Indonesia. P&G, Bain & Co, Prudential, Axiata, Navigat Energy, AKR, The Asia Group, Taiko Plantations Bhd dan Mandiri Corporate University. (Q-1)