Melonjaknya sejumlah harga kebutuhan pokok justru berimbas pada kesejahteran pedagang. Misalnya, kenaikkan harga daging sapi yang alih-alih dinikmati peternak dan pedagang, justru sebaliknya. Mereka merugi. Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Masyarakat Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi seusai menemui Dewan Pertimbangan Presiden di Kantor Wantimpres, Jakarta, hari ini.
Rombongan DPP Projo diterima oleh Ketua Wantimpres Sri Adiningsih dan anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dalam pertemuan tertutup selama 40 menit. Mereka datang dengan tujuan untuk membahas isu ekonomi dan politik, salah satunya pelemahan mata uang dan harga daging yang sedang melonjak di masyarakat.
"Harga daging melonjak, namun pedagang mengeluh. Ini berarti ada yang salah. Ini pasti ada pemain yang sengaja merusak bangsa untuk kepentingan pribadi di tengah sebagian besar harga komuditas dunia menurun," ujar Budi.
Ia menduga ada kongkalikong antara eksportir asing dan para pemasok daging di dalam negeri. Menurut dia, permasalahan utama terdapat dalam proses birokrasi yang panjang sehingga memakan biaya yang tinggi.
Budi mencontohkan, harga daging di Australia dijual hanya US$ 2 hingga US$ 3. Namun, harga tersebut menjadi US$ melambung ketika Indonesia mengimpornya. "Harganya pun menjadi tak masuk akal."
Ia menilai, saat ini momentum perombakan tim ekonomi Kabinet Kerja adalah keniscayaan. Namun, Budi enggan menyebutkan siapa saja menteri perekonomian yang perlu dirombak. Ia hanya menekankan, beberapa menteri ekonomi sudah layak untuk diganti. "Sudah jauh-jauh kami katakan. Ini sudah emergency call," ujar mantan relawan Presiden ketika masa kampanye ini. (Q-1)