Sebanyak 32 daerah dinyatakan rawan konflik saat Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada akhir tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Pengendalian Massa Direktorat Sabhara Baharkam Polri Kombes Ricky F Wakanno kemarin di sela-sela simulasi pengamanan Pilkada Serentak Polda Metro Jaya.
"Arahan dari Kepala Polri, ada 32 daerah dari 269 daerah yang rawan, antara lain Makassar, Papua, Maluku, Lampung, Pekanbaru, Sumatera Selatan, Nias dan Tanah Karo," kata Ricky, Selasa (11/8).
Untuk itu, lanjut Ricky, antisipasi sudah disiapkan. Semua personel dari Polsek, Polres, Polda, dan Mabes Polri disiapkan. Semuanya tergantung perintah pimpinan satuan wilayah. Fokus pengamanan nantinya dilakukan dengan cara penebalan personel setelah memetakan wilayah konflik.
"Ada 400 ribu personel yang disiapkan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk di Polda Metro Jaya, persiapan pengamanan atau simulasi dilakukan selama tiga hari hingga Kamis (13/8)," imbuh Ricky.
Simulasi dimaksudkan untuk mempersiapkan personel dalam menghadapi setiap rangkaian pelaksanaan pilkada mulai dari kampanye hingga proses penetapan pemenang.
Ricky mengatakan beberapa hal yang difokuskan dalam simulasi ialah ketidakpuasan massa pendukung yang pro dan kontra, konflik horizontal antarmassa pendukung, hingga konflik vertikal dengan petugas dan aparat polisi.
“Simulasi juga untuk menggambarkan kerawanan saat pemungutan suara, perhitungan sura dan penetapan perolehan suara di KPUD. Juga termasuk kerawanan pada saat distribusi kotak suara ke TPS-TPS, sudah kita petakan bagaimana pengamanannya,†kata Ricky.
Dikatakan Ricky, personel yang nanti terlibat dalam pengamanan, tidak membawa senjata api. Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku untuk yang mengamankan kotak suara karena dikhawatirkan akan ada penyerangan dari massa.
"Brimob, Sabhara, Intel dan Reserse terjun saat pengamanan. Berbagai peralatan seperti water cannon dan kendaraan serta peralatan teknis lainnya akan diturunkan untuk mengantisipasi kerawanan,†tandasnya. (Q-1)