Ingin Kembali Eksis, PBB Siapkan Langkah-langkah Politik
Damar Iradat
11/8/2015 00:00
(ANTARA/Yudhi Mahatma)
Memasuki umur yang ke-17, Partai Bulan Bintang (PBB) terus berbenah menghadapi tantangan politik di Indonesia. Langkah-langkah politik pun disiapkan.
Ketua umum PBB periode 2015-2020 Yusril Ihza Mahendra menegaskan PBB sudah menyiapkan langkah agar PBB kembali eksis di kancah politik Indonesia. Ia pun enggan membawa PBB ke langkah-langkah yang bertentangan dengan ajaran Islam.
"PBB tetap menempuh cara yang moderat dalam memperjuangkan cita-citanya dan dengan cara-cara yang konstitusional dan sah yang berlaku. Menempuh cara demokratis," kata Yusril di sela-sela acara Milad ke-17 serta pelantikan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) di Jakarta Pusat, Senin (10/8).
"Sebagai salah satu partai Islam jauh semesta dari kekerasan apalagi terorisme dalam mencapai tujuan. Jadi, supaya masyarakat juga tahu di negara ini partai Islam tetap harus ada dan sekaligus ini juga sebagai partai kebangsaan dan menunjunjung tinggi pluralitas di negara kita," sambung dia.
Meski berlandaskan Islam, PBB ditengarai memiliki banyak kader dari non-muslim. Salah satu contoh konkretnya, kata Yusril, berada di Papua.
"38 anggota DPRD PBB di papua 30 itu kristen, sisanya muslim. Kenyataannya partai ini diterima oleh umat Islam maupun oleh umat Kristen, dan agama lain. Dan karena itu ini suatu partai yang menjunjung tinggi pluralitas," sambung guru besar Universitas Indonesia tersebut.
Untuk langkah politik seperti masuk dalam koalisi ternyata belum masuk dalam benak PBB. Yusril percaya, kualitas para kader masih bisa memberi sumbangsih kepada negara.
"Sampai saat ini enggak pernah membicarakan itu (koalisi). Dan PBB cukup punya banyak orang yang mampu untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini," ujarnya.
"Dari segi kualitas, kader partai sebenarnya sangat banyak, dan itu sudah terbukti berulang kali. Saat berada di dalam pemerintahan tetap sangat profesional. Tidak bisa menerima dikotomi antara orang partai atau tidak," tutup Yusril. (Q-1)