KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Polri kepada Kombes Agus Rianto mengatakan pihaknya masih terus bekerja mengumpulkan rekam jejak 48 calom pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK).
"Kita tidak bisa terbuka kepada publik, hasilnya itu akan diserahkan kepada Pansel (Panitia Seleksi). Sampai saat ini tim masih terus bekerja mengumpulkan rekam jejak yang masih dalam proses," tutur Agus, Rabu (5/8)
Agus mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan petugas di wilayah untuk melengkapi data selengkap mungkin.
"Kita ingin pinmpinan KPK di masa yang akan datang ini betul-betul memiliki integritas dalam rangka pemberantasan korupsi," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri telah menelusuri latar belakang 48 calon pimpinan KPK. Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Budi Waseso menegaskan pihaknya bertanggungjawab atas hasil penelusuran tersebut.
Menurut Waseso, anggota Bareskrim menelusuri hingga ke tanah kelahiran (petugas di tingkat RT/RW), riwayat kerja, hingga kehidupan saat ini calon pimpinan KPK. "Selama masa kerja adakah masalah, kami tanyakan. Kami sampai hari ini sudah bekerja. Tidak sulit, karena nama-namanya jelas," kata dia, Jumat (31/7).
Bareskrim akan bertanggungjawab ketika menyatakan 48 calon pimpinan KPK bersih dari tindak pidana, namun jika pada kenyataannya ada temuan bahwa ada calon pimpinan KPK yang bermasalah.
"Saya menanyakan juga kepada yang menemukan (polisi di tingkat polda, polres, dan polsek), nanti kemudian hari ditemukan, yang bertanggung jawab itu dia," jelasnya.
Waseso mengatakan, Polri sangat serius membantu Panitia Seleksi dalam mencari sosok terbaik untuk menjadi pimpinan KPK. Seandainya di tengah jalan ditemukan kasus pada diri pimpinan KPK, Bareskrim akan memprosesnya saat masa jabatan yang bersangkutan selesai.
"Minimal ditangguhkan, sampai mudah-mudahan tidak kadaluarsa (kasusnya). Jangan sampai mengganggu tugasnya. Kalau ternyata ada kasus, berlaku surut, itu kami tunda agar tidak mengganggu pekerjaan mereka (pimpinan KPK)," tegasnya. (Q-1)