Operasi Ketupat 2015, Tingkat Kriminalitas masih Tinggi

Renatha Swasthy
28/7/2015 00:00
 Operasi Ketupat 2015, Tingkat Kriminalitas masih Tinggi
(ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
SELAMA Operasi Ketupat 2015, tingkat kriminalitas yang terjadi di seluruh Indonesia masih tinggi. Ada penurunan angka kriminalitas, tapi hanya 3 persen.

Polri mencatat selama 16 hari Operasi Ketupat sejak 10 Juli hingga 25 Juli 2015 kriminalitas yang terjadi sebesar 1680 kasus.

"Ada penurunan tiga persen, tahun lalu 1731 kasus, tahun ini 1680 kasus," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Suharsono, dalam konfrensi pers di Divhumas Mabes Polri, Selasa (28/7).

Suharsono membeberkan kriminalitas terjadi dengan beberapa kasus yakni pencurian dengan pemberatan 120 kasus turun dari tahun lalu 137 kasus, pencurian dengan kekerasan 31 kasus naik dari tahun lalu 37 kasus, pencurian dengan senjata api 2 kasus turun dari tahun lalu 14 kasus.

Selanjutnya, pencurian kendaraan bermotor 132 kasus turun dari tahun lalu 152 kasus dan penganiayaan berat 89 kasus turun dari tahun lalu 91 kasus.

Adapun lanjut Suharsono, kasus menonjol selama Operasi Ketupat 2015 antara lain kebakaran PT Mandom yang mengakibatkan 17 orang tewas hingga Jumat, 24 Juli, penyerangan terhadap anggota Polri, miras oplosan, penganiayaan, perkelahian antar kampung seperti yang terjadi di Karubaga, Tolikara Papua, Kecelakaan lalu lintas dan bencana alam.

Seperti diketahui, selama pelaksaan Operasi Ketupat 2015 Mabes Polri mencatat kecelakaan selama lebaran 2015 turun 9 persen. Operasi yang berlangsung selama 16 hari itu mencatat kecelakaan terjadi sejumlah 3048 kasus.

"Kecelakaan lalu lintas ada penurunan baik segi kuantitas maupun kualitas. Kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2015, 3048 kasus sementara kasus kecelakan pada 2014, 3337 kasus," kata Suharsono. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya