Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menargetkan tahun 2018 seluruh Warga Negara Indonesia (WNI)sudah memiliki e-KTP. Proses percetakan e-KTP saat ini masih terus berlangsung dengan 172 juta penduduk telah tercatat memiliki e-KTP.
"Ini target kemendagri, paling lambat tahun 2018. Perlu waktu memang karena kita harus jemput bola," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutan penandatanganan kerjasama dengan perbankan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (7/7).
Tjahjo mengatakan, pihaknya telayh melakukan evaluasi terhadap warga pemilik KTP dimana sebanyak satu juta orang memiliki KTP ganda. untuk itu, dengan adanya e-KTP maka diharapkan lagi tidak ada KTP ganda sehingga pemda dapat lebih mudah melakukan identifikasi kependudukan.
Disisi lain, sambung dia, e-KTP juga berfungsi untuk mendeteksi pengikut kelompok ekstremis dimana Densus 88 bisa mendeteksi dengan bekerjasama bersama Kemendagri.
"Kemarin sempat kita stop, kita evaluasi yang ketahuan 1 juta orang data ganda. Padahal orangnya sama, tapi tambah alias. Terbanyak itu status menikah dan tidak," ucapnya
"Naik haji 5-6 kali sudah tidak bisa. Seperti pembobolan bank yang satu orang punya 150 KTP. Ini sudah masuk di 20an bank. Targetnya semuan perbankan lalu kepolisian, densus, bea cukai, imigrasi. Terakhir BPD untuk cari data angka kemiskinan, juga depsos" imbuhnya.
Tjahjo menambahkan, jika seluruh WNI sudah memiliki e-KTP maka proses pelayanan publik menjadi lebih cepat dan mudah. Adapun, lembaga dan kementerian termasuk pemerintahan dapat dengan mudah melacak identitas warga.
"Kami ingin memposisikan bahwa stabililtas bangsa ini di mata Kemendagri sebagai poros pemerintahan," pungkasnya.(Q-1)