Presiden Instruksikan Panglima TNI tak Terima Pesawat Hibah
Desi Angriani
03/7/2015 00:00
(ANTARA/Widodo S Jusuf)
Setelah calon Kepala BIN tunggal Sutiyoso menyambangi Istana. Kini giliran calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang dipanggil Presiden Joko Widodo.
Gatot mengaku mendapat arahan dari Presiden terkait pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tubuh TNI. Presiden melarang pihaknya menerima pesawat hibah dalam bentuk apapun menyusul jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Medan Sumatera Utara.
"Pengadaan harus baru semua. Presiden bilang tidak ada hibah atau bekas, harus baru," kata Gatot di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (3/6).
Selain itu, Presiden juga memerintahkan Gatot melibatkan industri pertahanan lokal dalam modernisasi alutsista. Agar TNI tidak melulu bergantung pada impor persenjataan.
"Jadi teknologi yang ada pelan-pelan diadopsi oleh kita."
Ditambahkannya, arahan khusus dari Presiden untuk segera berkonsolidasi, mengevaluasi dan melanjutkan sistem yang sudah dilaksanakan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko.
"Segera melaksanakan konsolidasi, mengevaluasi apa yang sudah ada, dan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan panglima terdahulu dengan evaluasi itu," tuturnya.
Saat ditanya kapan akan dilantik dan resmi menggantikan Moeldoko, Kepala Staf TNI AD (KSAD) ini mengaku tak tau. "Saya pelantikannya belum tahu kapan," pungkas dia.(Q-1)