Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) Destry Damayanti menyebut lebih dari setengah calon pimpinan KPK yang mendaftar tak melengkapi kelengkapan administrasi.
Kelengkapan data ini mempengaruhi lolos atau tidaknya seorang calon dalam tahapan administrasi.
"Dari kelengkapan dokumen itu belum sampai 50 persen, sekitar 45 hingga 48 persen sejauh ini. Jadi yang enggak lengkap itu di atas 50 persen," kata Destry saat ditemui di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).
Pansel KPK, kata Destry, telah mengingatkan mereka yang tak melengkapi dokumen. Tim seleksi mengirimkan e-mail kepada mereka untuk segera melengkapi dokumen yang masih kurang.
"Kita langsung kirim email, kalau serius kan mereka akan melangkapi. Beberapa sih cepat ada yang langsung melengkapi," kata dia.
Tak hanya kelengkapan dokumen, Destry menyebut pansel akan melihat kecocokan latar belakang dari curiculum vitae yang disertakan capim yang mendaftar. Latar belakang pekerjaan yang dimiliki harus memiliki hubungan dengan aktivitas pemberantasan korupsi.
"Kita lihat kompetensi kerjaannya pas atau tidak, dia ingin jadi pimpinan KPK tapi kerjaannya tidak terkait. Misal, 15 tahun pengalaman kerja tapi di barbers shop, kan itu gimana, jauh banget kan? Kita dari awal lihat itu," pungkas Destry.
Diketahui, pendaftaran capim KPK ditutup hari ini sekitar pukul 12.00 WIB. Esok, Sabtu (4/7) Pansel KPK akan mengumumkan nama-nama yang lolos tahapan administrasi. Nama-nama itu nantinya akan mengikuti tahapan seleksi yang ditentukan Pansel KPK.
Hingga pagi tadi, 580 nama sudah dikantongi Pansel KPK. 16 orang dengan latar belakang polri diketahui ikut bersaing. Sedangkan TNI tak sampai setengah dari jumlah polri yang mendaftar. Destri pun menyebut, sekitar 10 persen pendaftar merupakan perempuan.
580 orang mendaftar Sekitar 580 orang telah mendaftar untuk bersaing menjadi calon
pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 10 persen dari total
pendaftar merupakan perempuan.
"Perempuan so far oke,
terakhir dari 514 pendaftar ada sekitar 43 perempuan. Tapi tentu
bertambah, feeling saya sekitar 10 persen, pakai presentase saja lebih
gampang, soalnya angka berubah terus," kata Ketua Pansel KPK Destri
Damayanti saat ditemui di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran III,
Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2015).
Ketua Pansel KPK ini pede
dengan jumlah perempuan yang ikut bersaing sebagai pimpinan KPK. Destri
yakin perempuan yang mendaftar menyentuh angka 50 orang atau sekitar 10
persen dari total yang mendaftar. Tak hanya perempuan, 16
orang yang memiliki latar belakang kepolisian telah mendaftar sebagai
calon pimpinan KPK. Mereka, kata Destri, mendaftar atas inisiatif
sendiri.
Namun, Destri tak bisa merinci nama-nama yang berasal dari polri. "Enggak bisa, kan kita ada perjanjiannya," tambah Destri. Selain
Polri, anggota TNI juga disebut mendaftar sebagai capim KPK. Hanya
saja, jumlah orang-orang yang berlatar belakang TNI tak sebanyak Polri. "TNI ada tapi enggak sebanyak polisi. Sekitar separoh dari polisi lebih kurang," tambah dia.
Sedangkan
dari lembaga antikorupsi itu sendiri, Destri menyebut tak banyak
nama-nama Plt pimpinan KPK yang mendaftar. Hanya nama Plt Pimpinan KPK
Johan Budi yang dikabarkan mendafta, meskipun Pansel KPK belum menerima
berkas dari Johan Budi. "Saya rasa kemarin masuk, karena
dia juga sudah bilang dengan beberapa rekan di luar. Ada yang bilang
sudah disebmit kemarin, tapi kita belum dapat berkasnya," kata Destri.(Q-1)