Sidang Tipikor, Politikus Demokrat Bantah Ada Antrean Bagi-bagi Duit di Komisi VII

Yogi Bayu Aji
02/7/2015 00:00
Sidang Tipikor,  Politikus Demokrat Bantah Ada Antrean Bagi-bagi Duit di Komisi VII
(MI/Panca Syurkani)
WAKIL Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun membantah ada bagi-bagi uang di Komisi VII periode 2009-2014. Dia membantah kesaksian yang diberikan mantan ajudan mantan Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana, Muhammad Iqbal.

"Mohon maaf vulgar sekali. Masa sampai antre di ruang ketua komisi. Kesaksian (Iqbal) ini perlu diujicoba," kata Jhonny dalam sidang untuk terdakwa Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (2/7).

Jhonny justru mempertanyakan bagaimana Iqbal bisa berkata seperti itu. Pasalnya, kata dia, tak sembarangan orang bisa masuk ke ruang ketua komisi. "Kok dia tahu betul? Enggak bisa masuk sembarangan ke sana,"  jelas dia.

Pengacara Sutan, Eggy Sudjana, sempat menanyakan kembali apakah benar ada amplop yang diduga berisi uang dengan kode P, S, dan A yang dibagi-bagikan di Komisi VII. Dengan keras, Jhonny kembali membantah.

"Saya katakan itu sama sekali tidak thau. Tidak mungkin. Tidak ada. Apa siapa yang berikan itu? Siapa yang bilang itu? Kurang ajar banget," tegas anggota Komisi VII periode 2009-2014.

Politikus Demokrat Sinarto, saksi lain di persidangan, juga membantah adanya kemungkinan bagi-bagi uang di Komisi VII oleh Sutan. "Ooo enggak, dia terbuka. Kalau mau kasih, dia kasih bagi-bagi di luar," ucap Sinarto.

Ajudan Sutan, Muhammad Iqbal, mengungkap modus suap pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2013 Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. Dia menyebutkan, Sutan pernah menerima puluhan amplop berkode berisi ratusan dolar dari Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno yang kemudian dibagikan ke anggota Komisi Energi waktu itu.

"Amplop diberikan Staf Ahli Komisi Energi Irianto Muhyi dalam paperbag warna hijau di mobilnya, Mei 2013," kata Iqbal dalam persidangan, Senin, 11 Mei 2015 lalu.

Menurut dia, Irianto menelpon untuk bertemu dan menyerahkan titipan dari Waryono di dalam mobil pribadinya. Mobil tersebut lalu menjemput Iqbal di depan pintu lobi Gedung Nusantara DPR RI dan berputar mengelilingi lapangan sepak bola di Kompleks Parlemen selama 20 menit.

Di dalam mobil tersebut, Irianto menjelaskan soal kode di tiap sisi kanan atas amplop. Irianto meminta Iqbal menjelaskan pada Sutan, amplop berkode P diperuntukkan bagi pimpinan Komisi Energi. Kode A diperuntukkan bagi Anggota Komisi, sedangkan kode S bagi Sekretariat.

Iqbal mengaku tak tahu detil soal jumlah uang di tiap amplop. Namun, kata dia, amplop berkode S berisi 20 lembar uang US$100. Jumlah ini diketahui Iqbal karena dia sempat menukar amplop berkode S yang robek. Amplop berkode P dan A, lanjut dia, jauh lebih tebal dari amplop kode S.(Q-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya