Sutiyoso: Ancaman ISIS ke Indonesia Semakin Kompleks
Surya Perkasa
30/6/2015 00:00
(MI/Susanto)
Calon Kepala BIN Letjen Purn Sutiyoso memaparkan beragam ancaman yang dihadapi oleh Indonesia. Dia mengakui kepentingan, keamanan, eksistensi Indonesia diancam oleh permasalahan dunia yang semakin kompleks.
"Semakin kompleks dan bersifat asimetris atau tak terpola. Ini sejalan dengan sangat dinamisnya perubahan lingkungan global dan regional yang dihadapi Indonesia," papar Sutiyoso dalam fit and proper Calon KaBIN di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).
Di tingkat global, kata Sutiyoso, politik pertahanan dan keamanan dunia semakin banyak diwarnai perang proxy (kelompok). Dapat terlihat dengan jelas muncul kelompok-kelompok kepentingan negara di Timur Tengah, Asia Selatan dan pecahan Uni Soviet. Perang antar proxy ini meningkatkan ancaman teroris global.
Salah satu permasalah yang palin mencuat adalah kelompok teroris ISIS. Mantan Wakil Danjen Kopassus yang lama di satuan Intelijen Sandi Yudha ini menilai ancaman ini nyata dihadapi Indonesia. Apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi.
"Hal ini perlu diwaspadai mengingat pengguna internet terbesar di Indonesia adalah usia remaja dan pemuda yang rawan infiltrasi separatisme, ekstrimisme, terorisme anarkisme dan bahaya lainnya," kata dia.
Karena alasan itu, dia memiliki visi untuk membuat BIN yang tangguh. Dia ingin membuat BIN semakin baik secara kualitas organisasi, SDM, dan teknologi. Terutama teknologi, karena modernisasi peralatan dan intelijen Indonesia masih perlu ditingkatkan.
"Masyarakat Indonesia saat ini semakin intensif memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Di sisi lain pengaman terhadap infiltrasi melalui dunia maya serta perang telekom dan cyber relatif masih lemah," tegas dia. (Q-1)