Muktamar NU Tinggalkan Sistem Voting

Anshar Dwi Wibowo
22/6/2015 00:00
 Muktamar NU Tinggalkan Sistem Voting
(ANTARA/Herman Dewantoro)
Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sedianya akan dilangsungkan 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur, akan meninggalkan sistem voting dalam memilih pemimpin.

"Nanti akan menggunakan sistem musyarawah mufakat. Selama ini voting," ujar Ketua PBNU M Imam Aziz di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/6).

Imam mengungkapkan, sistem pemilihan dengan sistem musyawarah mufakat terakhir digunakan pada muktamar PBNU pada 1984. Setelah itu, pemilihan pemimpin NU selalu dilakukan dengan cara voting.

"NU ini organisasi ulama sehingga sistem pemilihan mencerminkan bagaimana ulama ditinggikan harkat martabatnya," tuturnya.

Imam mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik rencana perubahan sistem pemilihan pemimpin di Indonesia. Menurut JK, langkah tersebut merupakan upaya yang bagus.

"Beliau (JK) juga harapkan kepengurusan NU di setiap tingkatan karena basis NU grassroot harus tetap dikelola sebaik-baiknya, tetap kompak, solid," ucapnya.

Imam berharap gelaran akbar NU itu bisa menjadi muktamar yang berkualitas. Sebab, muktamar tidak hanya membahas calon pemimpin namun juga menjalankan dan memperkuat program-program seputar pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Meski begitu, ia belum bisa mengungkapkan berapa banyak tokoh yang masuk bursa pemimpin NU. Hanya, nama Said Aqil Siradj (Ketum PBNU saat ini) menjadi salah satu yang dipertimbangkan.(Q-1)








Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya