Fit and Proper Test Panglima TNI dan KaBIN Dilakukan Akhir Juni
Surya Perkasa
16/6/2015 00:00
(Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq--(MI/AGUNG WIBOWO))
KOMISI I DPR masih belum bisa menyelenggarakan fit and proper test Panglima TNI dan Kepala BIN karena belum mendapat penugasan dari Badan Musyawarah. Karena itu uji kelayakan dan kepatutan bagi kedua pimpinan lembaga vital tersebut baru bisa diselenggarakan akhir bulan ini.
"Soal fit and proper Komisi I masih nunggu penugasan bamus. Setelah ditugaskan bamus baru kita jadwalkan fit and proper panglima TNI dan KaBIN," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/6).
Paripurna DPR untuk pembacaan usulan nama dari Presiden Joko Widodo baru bisa dilaksanakan Kamis, 18 Juni 2015. Setelahnya baru diadakan rapat di Bamus DPR.
"Kalau bamusnya pekan depan saya perkirakan paling tidak fit and proper dilaksanakan tanggal 29-30 Juni," kata politikus PKS ini.
Komisi I menargetkan kedua nama tersebut telah diuji sebelum reses DPR pada tanggal 7 Juli. Komisi I juga sudah mulai melakukan Rapat internal untuk merancang mekanisme dan teknis fit and proper mengingat sempitnya waktu.
Khusus untuk Kepala Badan Intelijen Negara, dia menegaskan bahwa fit and proper sudah dilakukan sejak perubahan UU Intelijen pada tahun 2015. Seiring dengan pergantian kepala BIN, Komisi I juga akan membentuk tim pengawas intelijen sesuai dengan amanat Undang-Undang.
Presiden Joko Widodo telah mengusulkan nama Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI baru. Sementara itu, Politikus PKPI Sutiyoso ditunjuk sebagai Kepala BIN baru untuk menggantikan Marciano Norman.
Mundur dari PKPI
Netralitas Sutiyoso yang ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen
Negara dipertanyakan karena jabatannya sebagai Ketua Umum PKPI. Walau
demikian, Komisi I DPR sudah mendapat laporan Sutiyoso telah mengajukan
pengunduran diri dari posisi Ketua Umum partai.
"Beberapa hari yang lalu saya mendengar informasi dari pak Yos.
Beliau sudah menyampaikan pengunduran diri jadi Ketum PKPI, ini hal yang
bagus," ungkap Ketua Umum Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks
Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
"Salah satu asas intelijen adalah netralitas. Makanya waktu pak
Sutiyoso saat diajukan masih jadi ketua umum parpol, saya secara
informal. Saya katakan amanat Isi, kepala bin bekerja secara netral.
Tidak partisan," kata politikus PKS ini. (Q-1)