Jaga Kebinekaan dengan Saling Menghargai

AD/P-3
16/5/2017 06:50
Jaga Kebinekaan dengan Saling Menghargai
()

UNTUK menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan menolak segala bentuk upaya memecah belah bangsa Indonesia, 16 kelompok etnik di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendeklarasikan semangat persatuan dan kesatuan. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, kemarin.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Denny Diyana, mengatakan acara itu bertepatan dengan peringatan hari jadi Forum Pembauran Kebangsaan VII. Acara itu diikuti 16 etnik, yakni Sunda, Jawa, Madura, Batak, Manado, Maluku, Nias, Pakistan, Palembang, Minang, Tionghoa, NTB, Aceh, NTT, Papua, Bugis, dan Arab. Mereka mengenakan pakaian tradisional dari daerah masing-masing, membaur menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia.

“Etnik di Kota Tasikmalaya sekarang ini jumlahnya memang banyak dan yang terbanyak berasal dari Sunda, Jawa, Tionghoa, Batak, dan Madura. Mereka menyatakan bersatu dan berpegang pada Pancasila, UUD 1945, menjungjung tinggi dan menjaga kedaulatan NKRI, bersatu membangun bangsa dalam keberagaman, dan menolak segala bentuk usaha memecah belah bangsa,” kata Denny.

Untuk mencegah intoleransi, kata dia, semua etnik sepakat untuk saling menghargai satu sama lain, terutama dalam kehidupan beragama. “Sebetulnya setiap agama telah mengajarkan sikap toleransi, baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan sosial. Setiap kelompok masyarakat harus bisa menerima kenyataan tentang perbedaan cara hidup, budaya, dan agama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan dari etnik Tionghoa, Lunajaya, mengungkapkan untuk menjaga kebinekaan, setiap elemen masyarakat harus saling menghargai perbedaan yang ada. “Tidak ada cara lain selain saling menghargai.” (AD/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya