Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
“CEPAT! Cepat! Saya sudah tidak tahan lagi. Mata saya panas sekali.” Kalimat itu terus diucapkan Novel Baswedan sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dengan mobil sedan milik salah satu tetangganya, kemarin pagi.
Sepanjang perjalanan pula, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu terus menutupi kedua matanya yang seolah terbakar api. Novel diduga terkena siraman air keras seusai salat Subuh di Masjid Al Ihsan, dekat dengan rumahnya.
Wisnu Broto yang merupakan Ketua RT 003/RW 10 Kelurahan Pesanggrahan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengatakan Novel sempat resah dalam beberapa hari terakhir. “Dia pernah cerita ke imam masjid (Abdur Hakim), beberapa hari ini ada yang mengikutinya. Saat kami mengantarnya ke rumah sakit subuh tadi, kami dikasih tahu lagi tentang kegelisahannya itu,” ujar Wisnu kepada Media Indonesia.
Berkaca dari peristiwa yang menimpa Novel, Wisnu kini menjadi bertanya-tanya perihal kejadian yang menimpa warganya itu. Ia mengakui tidak ada polisi yang ikut salat Subuh di masjid yang letaknya berbagi dinding dengan rumahnya itu. “Saat salat Subuh itu tidak ada sama sekali polisi yang salat di sini. Kalau ada polisi saat itu, tentu kami tidak perlu teriak meminta tolong,” keluhnya.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, Polsek Kelapa Gading berjarak sekitar 500 meter dari masjid dan kediaman Novel.
Mengitari kompleks
Pedagang mi ayam yang berjualan di pintu masuk Kompleks Bank Bumi Daya bernama Dul, 45, mengungkapkan dua hari sebelumnya ada orang asing yang mengintari kompleks dengan sepeda motor. Namun, ia tidak curiga mengingat banyak debt collector yang kerap berada di sana.
“Saya lihat begitu. Ada yang mengitari kompleks dalam dua hari ini. Tapi saya pikir debt collector karena mereka memang sering ke sini,” ujarnya.
Haris Azhar, anggota Tim Investigasi Masyarakat Sipil, menambahkan pelaku penyiram air keras menggunakan motor dan helm. Berdasarkan informasi yang mereka himpun, Novel memang sudah diintai sejak beberapa hari lalu.
“Orang-orang tidak dikenal itu sudah berada di sekitar Novel sejak berhari-hari bahkan sampai pada aktivitas ibadah salat yang dijalankan Novel,” kata Haris yang juga Koordinator Kontras itu di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan, serangan dilakukan secara profesional dan diarahkan secara spesifik ke arah mata dan muka Novel. “Serangan dilakukan dengan teroganisasi dengan pembagian tugas yang sangat spesifik,” kata Haris.
Adik Novel, Taufik Baswedan, membenarkan pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motor saat Novel menengok ke belakang. “Air keras mengenai sebagian wajah dan mata,” ujar Taufik.
Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar. Tidak ada luka lain. Salah satu kasus yang sedang ditangani Novel ialah megakorupsi KTP elektronik. (Cah/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved