Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA minggu terakhir penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan dibuntuti sejumlah orang.
Bahkan, di sekitar kediamannya, Kompleks BBD, Jalan Deposito Blok T No 8, RT 003/RW 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, sering terlihat orang-orang asing wara-wiri.
Puncaknya, kemarin, sepulang menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ihsan menuju rumahnya yang tak jauh dari masjid, penyidik yang kerap menangani kasus korupsi kelas kakap itu diduga disiram air keras di bagian wajah oleh orang yang tak dikenal.
Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dan selanjutnya menjalani operasi mata di Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat. Kondisi Kepala Satgas Kasus KTP Elektronik itu berangsur pulih, tapi pandangan mata sebelah kirinya masih kabur.
Dalam menyikapi hal itu, KPK menyatakan tidak gentar menghadapi segala macam teror.
“Kami pastikan KPK tidak akan surut dan tidak akan terpengaruh oleh teror ini. Seluruh pemimpin KPK serta seluruh pegawai KPK akan terus berjuang dalam pemberantasan korupsi dengan terus melanjutkan proses penanganan perkara-perkara yang sedang ditangani,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.
Menurut Agus, apabila tujuan teror tersebut berkaitan dengan penanganan perkara, itu salah sasaran. “Kamilah sebagai pimpinan KPK yang bertanggung jawab. Kami siap menanggung semua risiko,” tandasnya.
Agus menyampaikan bahwa pimpinan KPK akan meningkatkan pengamanan bagi segenap personel lembaga antirasywah itu.
Presiden Joko Widodo pun mengutuk keras aksi biadab tersebut. “Itu tindakan brutal. Saya mengutuk keras dan saya perintahkan Kapolri untuk mencari siapa (pelakunya),” tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan polisi segera mengungkap kasus tersebut. Namun, Kalla tak bisa memastikan dalam keterkaitan dengan kasus apa Novel menjadi sasaran teror.
“Pasti ini kasus hukum besar yang memakai kriminal bayaran,” ujarnya.
Tim khusus
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan jajarannya akan bekerja keras mengungkap pelaku teror yang dilakukan terhadap Novel Baswedan. “Kami sudah bentuk tim khusus gabungan dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri, yang berusaha maksimal untuk ungkap kasus ini.”
Polisi sudah memeriksa 14 saksi yang mengetahui kasus tersebut. Polisi juga sudah menyita cangkir melamin berwarna hijau, kulit pohon nangka yang terkena air keras dari kepala Novel yang sempat terbentur pohon, dan CCTV di rumah Novel.
Tim Investigasi Masyarakat Sipil menyim-pulkan Novel sudah diintai sejak beberapa hari lalu sebelum kejadian.
Anggota tim yang juga mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mendesak Presiden Jokowi membentuk tim gabungan. “Tim gabungan agar bisa saling mengontrol. Negara tak bisa basa-basi. Kalau mau usut tuntas, ya harus benar diusut,” kata dia di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.
Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR, Syarief Abdullah, mendesak kepolisian untuk segera mengungkap aktor di balik insiden tersebut.
Teror air keras yang menimpa Novel mendapat kecaman dari elemen masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air, seperti di Sumatra Barat dan Sulawesi Barat. (Deo/Nur/Sru/Nov/FH/HR/DP/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved