Tujuh Tim Mahasiswa Indonesia Sabet Juara di SEM Asia 2016

Nurtjahyadi
07/3/2016 22:36
Tujuh Tim Mahasiswa Indonesia Sabet Juara di SEM Asia 2016
()

SEBANYAK 117 tim mahasiswa yang berasal dari 17 negara di Asia, Timur Tengah dan Australia ikut berkompetisi di ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2016 yang digelar di Rizal Park Manila, Filipina sejak tanggal 3–6 Maret 2016. Tujuh tim mahasiswa Indonesia berhasil menggondol penghargaan dan di antaranya mencatat rekor baru di sirkuit jalanan tersebut.

Tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI) yang meraih Juara I untuk kategori mobil UrbanConcept berbahan bakar bensin dengan rekor jarak tempuh 275 km/liter, atau dua kali lipat dari hasil kemenangan yang diraih tahun lalu. Selain Tim Sadewa UI ada lima tim mahasiswa Indonesia lainnya yang berjaya di kategori UrbanConcept

Dari lima tim yang berjaya di kategori UrbanConcept adalah ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang meraih Juara I dan Bengawan Team 2 dari Universitas Sebelas Maret yang meraih Juara II untuk kategori UrbanConcept dengan energi Diesel (Solar).

Berikutnya adalah Tim Cikal Ethanol dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Juara II dan Tim Horas Mesin dari Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai Juara III untuk UrbanConcept kategori bahan bakar etanol, sementara Bumi Siliwangi Team 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyabet Juara II Urban Concept yang mengandalkan energi listrik.

Pembawa penghargaan terakhir adalah tim dari Universitas Indonesia, yaitu Tim Nakoela juga meraih Juara I (Pertama) di kategori Prototype menggunakan bahan bakar bensin. "Kami bangga akan kemenangan Tim Nakoela karena kami sebenarnya tidak menargetkan meraih juara. Target utama kami sejak awal adalah mencapai hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Kemenangan ini berkat kerja keras dan kekompakan tim serta dukungan tiada henti dari pembimbing kami Bapak Bambang Sugiarto dan Bapak Ario Sunar Baskoro serta dukungan alumni Tim Universitas Indonesia pada Shell Eco-marathon sebelumnya," ujar Diatri Mika Putra, Manajer Tim Nakoela.

Diatri menambahkan bahwa sejak kesempatan pertama, mobil Keris RVII yang dirancang Tim Nakoela telah melaju dengan mulus di trek jalan raya Luneta Park, Manila. Hasil yang dicapai semakin tinggi pada kesempatan berikutnya dan hasilnya mencapai jarak 792 km/liter bensin.

"Kami senang dan bangga dengan prestasi yang diraih tim mahasiswa Indonesia pada Shell Eco-marathon Asia 2016 di Manila, Filipina ini. Prestasi yang diraih tahun ini semakin mengukuhkan posisi tim Indonesia sebagai tim yang senantiasa diperhitungkan dalam ajang kompetisi mendesain, menciptakan dan mengendarai mobil paling hemat energi, yang secara rutin diselenggarakan oleh Shell," kata Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi.

"Terbukti selama tujuh tahun mengikuti ajang ini sejak 2010 lalu, tim mahasiswa Indonesia selalu bisa meraih penghargaan di ajang Shell Eco-marathon Asia. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan untuk merancang mobil yang inovatif sekaligus memikirkan mengenai alternatif energi di masa depan," tuturnya.

Dari tujuh tim mahasiswa Indonesia yang berhasil meraih penghargaan di SEM Asia 2016, tiga di antaranya terpilih untuk berangkat ke Drivers World Championship di Shell Eco-marathon Eropa Juni 2016 mendatang, yaitu Tim Sadewa, Bumi Siliwangi Team 4, dan ITS Team 2. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya