Merah Merendah Biru Meninggi

MI/ASNI HARISMI
25/10/2015 00:00
Merah Merendah Biru Meninggi
()
SITUASI mulai me-manas di Manchester jelang derby ke-161 antara United dan City. Pelatih 'Setan Merah'--julukan Manchester United--Louis van Gaal melontarkan perang psikologis dengan bersikap merendah dan menyebut sang tetangga sebagai favorit di Old Trafford, nanti malam.

"Kami berada di posisi tiga, memiliki poin lebih sedikit daripada mereka (Manchester City). Ada perbedaan selisih gol juga. Jadi, jelas bahwa merekalah favoritnya," tandas bos asal Belanda tersebut.

Van Gaal tampaknya tak ingin membangunkan ekspektasi berlebih kepada publik tuan rumah meski tampil di hadapan pendukung sendiri. Terakhir kali the Red Devils bertemu tim tiga besar lainnya, Arsenal, mereka dibantai 0-3 hanya dalam 20 menit. Itu merupakan derby ketiga bagi Van Gaal.

Ia mengecap kekalahan 0-1 di laga pertama di Etihad meski mampu membalas 4-2 di Old Trafford sebelum tutup musim lalu yang merupakan kemenangan terbesar United di derby dalam satu dekade.

Sementara itu, bagi Bastian Schweinsteiger, Memphis Depay, Anthony Martial, Matteo Darmian, dan Morgan Schneiderlin, ini merupakan derby Manchester pertama mereka. Van Gaal merasa lega karena akan memiliki banyak pilihan pemain yang fit, termasuk Wayne Rooney dan Juan Mata.

"Tahun lalu saya tidak punya banyak pilihan, tapi tahun ini semuanya berjalan jauh lebih baik," imbuhnya.

Sebaliknya, di kubu City, pelatih Manuel Pellegrini optimistis akan banyak gol tercipta di Theatre of Dreams. Pada 2011 lalu, the Citizens--sebutan Manchester City--pernah berpesta 6-1 atas tuan rumah yang merupakan kemenangan terbesar tim biru di Old Trafford di era Liga Primer. "Kami berharap akan membuat banyak gol, tapi yang paling penting ialah menang," kata pria asal Cile tersebut.

Target itu merupakan tantangan tersendiri bagi City mengingat banyaknya pemain pilar yang cedera, seperti David Silva, Samir Nasri, dan Sergio Aguero. Namun, Pellegrini punya andalan baru, yakni Raheem Sterling dan pemain termahal Liga Primer Kevin de Bruyne.

Tuntutan makin tinggi
Di Anfield, Juergen Klopp merasakan tekanan yang makin tinggi ketika menjamu Southampton. Dua laga debut beruntun yang hanya berakhir imbang bak antiklimaks atas euforia kedatangannya yang menggantikan Brendan Rodgers.

Meski demikian, Klopp justru tertantang. Ia kembali menandaskan bahwa era baru di bawah kepemimpinannya membutuhkan adaptasi. Namun, sejauh ini semuanya masih berada di jalur yang direncanakannya.

"Ini pekerjaan berat, saya sadari dari awal. Orang-orang berpikir kedatangan saya akan langsung mengubah situasi, tapi saya bukan pesulap," ujarnya seusai laga kontra Rubin Kazan, tengah pekan.

Badai cedera menjadi penghalang Klopp sejak hari pertama. "Dejan Lovren, John Flanagan, Jordan Henderson, Joseph Gomez, dan Daniel Ings diragukan tampil, begitu pula Daniel Sturridge."

Situasi di kubu Southampton juga tengah tidak kondusif. Pekan lalu, the Saints harus rela berbagi poin dengan Leicester City setelah imbang 2-2. Meskipun demikian, pelatih Ronald Koeman percaya timnya bisa memanfaatkan belum stabilnya performa the Reds di bawah arsitek baru.

"Dua minggu pertama di Liga Primer tidak akan mudah bagi pelatih baru," tutup Koeman. (AFP/AP/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya