Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kembali menegaskan perlunya keseriusan untuk membenahi persepakbolaan nasional lewat perbaikan manajemen secara total.
Menurutnya, ada yang salah dalam pengelolaan sehingga meski memiliki potensi begitu besar, Indonesia terus gagal dalam rivalitas.
"Perbaiki total manajemen sepak bola. Harus dibenahi, direformasi, diperbaiki sehingga muncul citra yang baik di mata masyarakat," ujar Presiden dalam jamuan makan malam dengan tim semifinalis Piala Presiden 2015 di Istana Merdeka, kemarin.
Hadir dalam acara itu sang juara Persib Bandung, runner-up Sriwijaya FC, Arema Cronus, dan Mitra Kukar. Presiden yang didampingi Menpora Imam Nahrawi menyatakan tidak semestinya Indonesia tercecer di peringkat 171 FIFA.
"Padahal kita bangsa yang besar, pemain-pemain kita juga potensial. Ini artinya ada yang salah."
Makan malam bersama Presiden itu berlangsung santai dan cair.
Jokowi memanggil sejumlah pemain dan pengurus klub untuk mengutarakan keluhan mereka. Rachmat Afandi, penyerang Mitra Kukar, mendapatkan giliran pertama dan berdiri di samping Presiden. Kepada Jokowi, Rachmat meminta agar kompetisi rutin kembali digelar.
Sejak kompetisi terhenti setelah PSSI dibekukan Menpora pada 17 April silam, kata Rachmat, pemain kehilangan mata pencarian.
"Nanti pertengahan November ada lagi. Hadiahnya lebih besar. Soal organisasi bagaimana?" jawab Presiden dan balik bertanya.
Rachmat sempat terdiam mendengar pertanyaan Presiden.
Ia tidak menjawab lugas dan hanya meminta agar pengurus PSSI mengatur jadwal kompetisi agar tidak molor terus.
Pelatih Arema Joko Susilo menuturkan bahwa masih ada pemain yang gajinya belum dibayar. Adapun Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku khawatir ada yang meneror jika terlalu pedas mengkritik PSSI.
Hanya saja ia tidak menjabarkan bentuk ancaman tersebut meski ditanya Presiden.
"Semoga kita bisa segera lepas dari sanksi FIFA dan sepak bola nasional lebih baik lagi," elaknya.
Presiden meminta pemain dan pengurus sepak bola di Tanah Air tidak khawatir dengan sanksi FIFA kepada PSSI. Yang penting, persepakbolaan Indonesia bisa memperbaiki diri.
"Kalau soal FIFA, ini bukan masalah sulitlah, asal kita benar, kita baik, dan ini momentumnya. Saya mengajak kepada Saudara semuanya untuk memikirkan bersama, bagaimana sepak bola kita mendapat citra yang paling baik di mata masyarakat."
Di sisi lain, Umuh Muchtar mengatakan pihaknya tidak akan membubarkan tim 'Maung Bandung' untuk menghadapi turnamen berikut yang digelar bulan depan.
"Ya tidak akan dibubarkan jika turnamen baru akan digelar kembali. Tim hanya butuh istirahat."
Secara terpisah, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher juga mengapresiasi sekaligus mendukung upaya menggelar turnamen setelah Piala Presiden.
"Ini dilakukan demi kebangkitan sepak bola Indonesia," ujarnya.
Ia pun menjanjikan untuk mengucurkan bonus kepada Persib.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved