Pele Tuding Agen Merusak Bintang-Bintang Brasil

Achmad Maulana
13/10/2015 00:00
Pele Tuding Agen Merusak Bintang-Bintang Brasil
(Brasil usai takluk dari Chile--AP/ MARTIN MEJIA)
TIDAK dimungkiri Brasil masih menjadi salah satu negara yang menghasilkan banyak pesepak bola terbaik dunia. Sayangnya, hal itu tidak berbanding lurus dengan prestasi tim nasional Brasil.

Pasalnya, seiring makin banyaknya jumlah agen pemain, hal itu menjadi kontraproduktif bagi timnas. Pendapat tersebut disampaikan legenda hidup Brasil, Pele, di Kolkata, India, kemarin (Senin, 12/10/2015).

Menurut pesepak bola yang sukses menjadi juara dunia tiga kali itu, gairah sepak bola di Brasil sebenarnya tetap tinggi, tapi Selecao sedang berjuang dengan sejumlah masalah

"Kami tidak kehilangan gairah dalam sepak bola. Secara individual kami memiliki pemain terbaik, tetapi sebagai sebuah tim kami punya banyak masalah," cetus Pele dikutip kantor berita India, Press Trust.

"Ketika saya masih bermain, saya murni milik klub. Namun, saat ini para pemain dikelola oleh agen mereka," imbuhnya.

Dia mencontohkan kekalahan memalukan Selecao 1-7 dari Jerman di Piala Dunia 2014 silam dan kegagalan mereka di Copa America setelah disingkirkan tim guram Paraguay. Kesengsaraan Brasil berlanjut di babak kualifikasi Piala Dunia saat mereka dihantam Cile 0-2, pekan lalu.

Semua itu menurut Pele lantaran para pemain terlalu diekspolitasi oleh para agen yang sebenarnya hanya tertarik dengan uang. Ia pun merujuk pernyataan perwakilan Neymar, Wagner Ribeiro, yang menuding pelatih Luiz Felipe Scolari sebagai orang yang arogan.

Pada bagian lain, Prancis menuai hasil positf dalam persiapan mereka menghadapi putaran final Piala Eropa 2016. Les Bleus sukses membungkam Denmark 2-1 dalam uji tanding di Park Stadion, kemarin.

Olivier Giroud dipasang di lini depan menggantikan Karim Benzema yang cedera menjadi pahlawan Le Bleus dengan memborong dua gol bagi timnya, yakni menit ke-4 dan ke-6. Adapun satu-satunya gol balasan tim tamu dicetak Erik Sviatchenko pada masa injury time.

Arsitek Prancis, Didier Deschamps, memang menurunkan line-up berbeda ketimbang saat timnya mengalahkan Armenia 4-0, dua pekan lalu. Dia sengaja menurunkan para pemain lapis dua.(AP/AFP/Mln/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya