Makna Ganda Laga Pemuncak

Maggie Nuansa Mahardika
21/11/2016 08:28
Makna Ganda Laga Pemuncak
(AFP/GLYN KIRK)

FINAL impian di ajang ATP Finals 2016 akhirnya terwujud. Dua petenis peringkat atas dunia, Andy Murray dan Novak Djokovic, akan berhadapan dalam partai puncak turnamen di O2 Arena, London, Inggris, itu.

Laga kedua petenis itu bermakna ganda, tidak hanya memperebutkan gelar di turnamen penutup tahun, tetapi juga menjadi penentu siapa yang akan menjadi petenis putra nomor wahid dunia.

Siapa pun pemenang laga final yang berlangsung dini hari tadi, dia akan menutup kompetisi tahun ini dengan predikat nomor satu dunia. Sebelum ATP Finals, Murray merupakan petenis peringkat pertama dunia, sedangkan Djokovic berada di posisi kedua.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah tenis. Saya merasa bahagia sekali bisa menjadi bagian dari sejarah. Ini salah satu pertandingan terbesar yang pernah kami mainkan satu sama lain," ungkap Djokovic.

Partai final tersebut merupakan pertemuan pertama Murray dan Djokovic dalam lima bulan terakhir. Pertemuan terakhir mereka terjadi di final Prancis Terbuka di Roland Garros, Juni lalu. Saat itu Djokovic memenangi laga untuk melengkapi titel grand slam-nya dan menjadi petenis pertama sejak Rod Laver pada 1969 memborong semua titel grand slam dalam setahun.

Tak bisa dimungkiri, Djokovic begitu dominan selama enam bulan pertama tahun ini. Sementara itu, Murray tampil cemerlang pada paruh kedua tahun ini dengan sempat mencatatkan 22 kemenangan beruntun.

Tiga titel bergengsi direngkuhnya, yakni di Queens Club, Wimbledon, dan Olimpiade. Ia juga memenangi titel di Beijing, Shanghai, Vienna, dan Paris secara beruntun dan merebut peringkat pertama dunia dari Djokovic sebelum melangkah di ATP Finals.

Secara rekor pertemuan, Djokovic lebih unggul dari pada Murray. Dari 34 pertemuan dengan Murray, Djokovic menang di 24 laga. Di ajang ATP Finals, Djokovic juga unggul atas Murray. Djokovic telah lima kali menjadi kampiun, sedangkan Murray belum sekali pun mampu menjadi juara.

Singkirkan Nishikori
Djokovic memastikan diri menjadi lawan Murray di final setelah menyingkirkan petenis Jepang, Kei Nishikori, di semifinal. Petenis Kroasia itu tampil sangat dominan dengan hanya kehilangan dua gim untuk memenangi laga 6-1, 6-1.

"Tingkat permainan saya berada di jalur yang benar. Kini saya harus memainkan pertandingan terakhir tahun ini," tegas Djokovic. Dalam laga yang berlangsung di O2 Arena, London, Djokovic mencetak 14 winner, sedangkan Nishikori mencatat 24 unforced error. Nishikori mengaku kelelahan setelah bermain selama nyaris 3,5 jam saat menghadapi Murray di penyisihan grup.

"Hari ini saya rasa Novak bermain cukup luar biasa. Tidak ada yang saya masalahkan, tapi secara fisik saya tidak siap melawan Novak," ujar Nishikori.

"Ini salah satu tahun terbaik saya. Saya bermain di banyak pertandingan untuk mengalahkan banyak petenis top. Memang ini bukan akhir yang saya inginkan, tapi saya rasa ini masih tetap tahun yang baik," tambahnya.

Murray sendiri lebih dahulu mengamankan tiket final setelah menyingkirkan Milos Raonic 5-7, 7-6 (5), 7-6 (9). "Saya akan memberikan yang terbaik yang saya miliki untuk laga nanti (melawan Djokovic)," katanya seusai memastikan tiket ke final. (ATP/BBC/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya