Gubernur Jatim Minta Risma Tenangkan Bonek

12/11/2016 06:54
Gubernur Jatim Minta Risma Tenangkan Bonek
(Polisi mengamankan 76 suporter sepak bola di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/11) usai unjuk rasa yang berakhir dengan keributan di sejumlah lokasi di Surabaya. -- ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

GUBERNUR Jawa Timur Soekarwo meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluangkan waktu mengurus persoalan di Persebaya 1927 sehingga membuat tenang bonek, pendukung fanatik klub yang biasa dijuluki Bajul Ijo itu.

“Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji juga berharap yang sama,” ujar Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, di Surabaya, kemarin.

berharap Risma yang juga merupakan orang nomor satu di Kota Surabaya itu memberikan perhatian tidak hanya waktu, tapi juga pikiran. Pakde Karwo khawatir gejolak pendukung di Surabaya akan berimbas ke daerah lain.

“Nanti polda yang akan mengurus masalah keamanan, tapi di Surabaya juga harus dijaga,” ucap Soekarwo.

Gubernur Jatim memisalkan saat bonek pergi ke Jakarta beberapa waktu lalu, yang dikawal polda, termasuk saat kepulangan kembali ke Surabaya.

Terkait dengan belum dibahasnya status Persebaya di arena Kongres PSSI, Pakde Karwo berharap PSSI bisa lebih bijak. PSSI diharapkan segera mengajak dialog pengurus Persebaya, juga bertemu bonek.

Sebelumnya, Kamis (10/11) malam, ribuan pendukung Persebaya 1927 menggelar aksi dengan menutup jalan dan menyegel Kantor Asprov PSSI Jatim. Bonek kecewa PSSI tak membahas status tim kesayangan mereka pada ­kongres pemilihan di Jakarta, Kamis (10/11). Persebaya dikeluarkan dari keanggotaan PSSI setelah dinilai mengikuti kompetisi ilegal.

Polrestabes Surabaya memeriksa 76 suporter Persebaya 1927 terkait dengan perusakan fasilitas umum di depan Taman Bungkul, depan Kebun Binatang Surabaya, dan Jalan Ahmad Yani, Kamis (10/11) malam. Wakil Kepala Sat-reskrim Polrestabes Surabaya Komisaris Bayu Indra Wiguno mengatakan seluruh bonek yang ditangkap berstatus saksi.

Kasus status Persebaya 1927 yang hingga saat ini belum dipulihkan sebagai anggota PSSI akan menjadi prioritas khusus Ketua Umum PSSI terpilih, Edy Rahmayadi. Penyelesaian kasus Persebaya, kata Edy Rahmayadi yang juga Pangkostrad, dijanjikan bakal tuntas sebelum 1 Januari mendatang.

Sementara itu, PSSI memilih sosok baru sebagai sekretaris jenderal, yakni Ade Wellington. Nama Ade belum akrab di publik. Namun, Ade menjabat manajer ketika tim sekolah sepak bola ASIOP Apacinti Jakarta juara Turnamen Gothia Cup U-15 2016 di Swedia, Juli lalu. (FL/Ant/Sat/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya