Reformasi Setengah Hati ala PSSI

Satria Sakti Utama
10/11/2016 20:10
Reformasi Setengah Hati ala PSSI
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

KONGRES PSSI 2016 pada awalnya memiliki harapan besar tercapainya reformasi sepak bola nasional. Namun sejumlah pihak memprediksi reformasi PSSI hasil Kongres 2016 hanya akan berjalan setengah matang.

Salah satu yang disoroti ialah terpilihnya Dirut PT GTS Joko Driyono dan CEO Arema Cronus Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Keduanya akan mendampingi kepemimpinan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang telah memastikan meraih kursi PSSI 1.

Terpilihnya Jokdri, sapaan Joko Driyono, maupun Iwan dinilai tidak sejalan dengan mimpi reformasi. Pengamat sepak bola Ferril Raymond Hattu menyebut duet pendamping Edy memang punya pengalaman, tapi integritasnya diragukan.

"Ketuanya sudah bagus, tapi tidak untuk dua wakilnya. Mereka boleh berpengalaman di sepak bola tapi integritasnya saya tidak yakin. Track record-nya semua orang tahu," tukasnya.

Ferril khawatir Edy hanya akan menjadi boneka seperti halnya ketua PSSI terdahulu, Djohar Arifin.

"Pak Edy boleh dari militer tapi pengambilan kebijakan kan mekanismenya voting. Sekarang saya pikir posisinya 1-2. Pada akhirnya ketua umum sekarang hanya akan seperti sebelumnya waktu Djohar Arifin," imbuhnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya