PB TI Tambah Jam Terbang Atlet

01/11/2016 08:20
PB TI Tambah Jam Terbang Atlet
(ANTARA)

PEMBINAAN para taekwondoin untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang akan difokuskan pada penambahan jam terbang.

Pasalnya, kelemahan utama para taekwondoin Indonesia selama ini hanya kurang jam terbang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Takwondo Indonesia (PB TI) Rahmi Kurnia mengatakan jam terbang tinggi sangat diperlukan taekwondoin Indonesia karena pertarungan di arena tidak bisa diprediksi hanya dengan kemampuan fisik dan teknik.

Banyaknya pertandingan bisa meme-ngaruhi kemampuan seorang taekwondoin dalam mengeksekusi strategi di arena.

"Ini hasil evaluasi dari PB TI selepas Olimpiade dan PON kemarin. Karena itu, mulai awal tahun depan, ketika sudah banyak turnamen level open (terbuka) yang digelar seperti Amerika, Iran, dan sebagainya, kita lebih memilih untuk mengirim taekwondoin uji coba, selain menggelar pemusatan latihan di luar negeri," kata Rahmi kepada Media Indonesia, Senin (31/10).

Selain jam terbang, upaya PB TI untuk memaksimalkan potensi meraih emas di Asian Games juga dengan mengikuti seluruh kelas yang dipertandingkan.

Saat ini, menurut Rahmi, taekwondoin Indonesia hanya dipersiapkan di kelas dengan berat tak lebih dari 67 kg.

Dengan tambahan taekwondoin di kelas lain, peluang Indonesia akan lebih terbuka.

Kejuaraan Nasional Mahasiswa di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 28-30 Oktober lalu, menurut Rahmi menghasilkan beberapa taekwondoin potensial mengisi kelas yang belum ada dalam pelatnas.

Namun, PB TI terbentur dengan aturan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas yang membatasi hanya 14 taekwondoin yang ada dalam pelatnas.

"Sebelumnya kuota kami 16 atlet. Kuota ini masih fleksibel karena kami masih melakukan pembicaraan dengan Satlak Prima. Sejumlah taekwondoin potensial dalam kejurnas mahasiswa pun masih akan terus kami pantau dalam 1-2 bulan ini," ujar Rahmi.

Sampai kini potensi medali emas untuk taekwondo, ungkap Rahmi, berada pada disip-lin poomsae (seni) yang baru pertama kali akan dipentaskan di Asian Games.

Pada disiplin itu, PB TI menargetkan bisa meraih dua emas. Nomor poomsae pada Asian Games 2018 akan menampilkan sejumlah hal baru.

"Ada beberapa gerakan baru dalam disiplin poomsae. Karena itu, saat ini kami mulai siapkan." kata Rahmi. (Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya