Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Laga Angelique Kerber versus Agnieszka Radwanska seharusnya terjadi di partai puncak WTA Finals 2016.
JUARA bertahan Agnieszka Radwanska merebut tempat terakhir babak semifinal WTA Finals 2016 yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Di laga terakhir penyisihan Grup Putih kemarin, petenis Polandia itu menundukkan petenis Republik Ceko Karolina Pliskova dengan skor 7-5, 6-3.
Di semifinal, Radwanska akan menantang peringkat pertama Grup Merah yang merupakan unggulan pertama, Angelique Kerber. "Menghadapi Kerber saat ini, saya sama sekali tidak memiliki beban. Ia tampil luar biasa tahun ini, tapi saya juga sedang menuju penampilan terbaik.
"Selain Radwanska, satu tiket ke semifinal dari Grup Putih didapat Svetlana Kuznetsova walau di laga terakhir penyisihan kalah dari Garbine Muguruza dengan 3-6, 6-0, 6-1. Kuznetsova selanjutnya akan menghadapi peringkat kedua Grup Merah Dominika Cibulkova (Slovakia).
Bagi Muguruza, kemenangan atas Kuznetsova tidak lagi bisa membuatnya lolos ke semifinal. Pasalnya di dua laga awal, petenis Spanyol itu menelan kekalahan. Namun, karena tidak ingin mengakhiri penampilan di WTA Finals dengan kekalahan, Muguruza tampil luar biasa. Petenis berusia 23 tahun itu bertarung habis-habisan untuk tidak pulang tanpa membawa satu pun kemenangan.
"Kalah di dua laga awal membuat saya dalam posisi sulit. Namun, saya bertekad meraih kemenangan agar merasa nyaman dan saya bisa melakukannya," jelas Muguruza.
Kuznetsova mengaku tetap berusaha merebut kemenangan atas Muguruza walau telah memastikan lolos. "Namun, kadang faktor fisik tidak mendukung keinginan tersebut," jelas Kuznetsova yang harus bermain tiga set di tiga laga penyisihan.
Pembuktian Kerber
WTA Finals 2016 menjadi ajang Kerber untuk mengukuhkan diri sebagai petenis nomor satu dunia. Dengan permainan meyakinkan, petenis Jerman itu menjadi kandidat kuat untuk mengangkat trofi juara di akhir kompetisi.
WTA Finals 2016 memang menjadi kesempatan emas Kerber untuk menambah koleksi gelar. Petenis yang selalu kandas di babak penyisihan dalam tiga penampilan di WTA Finals sebelumnya itu tahun ini tampil luar biasa. Tiga kemenangan didapat Kerber di tiga laga penyisihan Grup Merah.
"Saat ini semuanya berbeda. Saya kini tahu bagaimana mengatasi beban yang ada dan bagaimana untuk selalu fokus di lapangan," tegasnya.
Motivasi Kerber untuk menjadi yang terbaik makin menguat setelah legenda tenis putri dunia seperti Chris Evert, Martina Navratilova, dan Monica Seles menyaksikan penampilannya secara langsung.
"Saya melihat ke arah penonton dan menyaksikan para legenda dan juara ada di sana. Itu membuat saya nyaman di lapangan dan bangga mereka menyaksikan penampilan saya. Kini saya bisa mengatakan saya ialah petenis yang bisa merebut gelar grand slam dan juga peringkat satu dunia," ungkap Kerber. (AFP/AP/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved