Satlak Siapkan 28 Cabang Prioritas

Ghani Nurcahyadi
26/10/2016 09:10
Satlak Siapkan 28 Cabang Prioritas
(Ist)

SATUAN Pelaksana Program Indonesia Emas menyiapkan 28 cabang olahraga unggulan untuk merah target 10 besar pengumpul medali Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto mengungkapkan ke-28 cabang tersebut merupakan cabang olahraga perseorangan.

Cabang-cabang itu, menurut Soetjipto, menjadi unggulan Indonesia setelah Satlak Prima melakukan observasi melalui rekam sejarah dan prestasi cabang yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 nanti. Namun, mantan Kepala Staf TNI-AL itu mengakui belum semua cabang yang dipertandingkan di Asian Games 2018 diobservasi Satlak Prima.

Meskipun begitu, 38 cabang olahraga sudah dipastikan dipertandingkan di Asian Games 2018. Pertemuan Komite Koordinasi (Corcom) V Asian Games 2018 di Jakarta, November mendatang, diharapkan dapat mengesahkan kembali tiga cabang usulan Indonesia, yaitu jetski, paralayang, dan bridge.

"Pemerintah mengharapkan kepada kita untuk bisa berada pada posisi yang terhormat di Asian Games 2018. Posisi terhormat itu ialah berada di posisi 10 besar. Kalau dikalkulasikan dari empat Asian Games sebelumnya, untuk bisa masuk posisi itu dibutuhkan minimal 12 medali emas. Nah, dari situ Satlak Prima menyiapkan 28 cabang untuk penuhi target pemerintah," kata Soetjipto di Jakarta, Selasa (25/10).

Cabang yang belum bisa diobservasi Satlak Prima, lanjut Soetjipto, ialah cabang beregu permainan yang sudah mempunyai jadwal kompetisi berkala.

Untuk cabang permainan beregu tersebut, Soetjipto menambahkan pihaknya memberikan batas waktu yang longgar sebelum bergabung dengan Prima. Batas waktu tersebut disesuaikan dengan jadwal kompetisi cabang masing-masing.


Promosi dan degradasi

Sebelumnya, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap konsisten dalam menentukan target di Asian Games 2018. Posisi delapan besar dengan 20 emas menjadi incaran.

Menpora Imam Nahrawi meng-ungkapkan untuk mencapai target tersebut, ia akan meminta Satlak lebih detail dalam memanfaatkan kucuran dana. Imam juga menegaskan akan memberlakukan sistem pemberian hukuman dan penghargaan kepada tiap-tiap cabang olahraga khususnya yang diproyeksikan ke Asian Games.

"Kami sedang memantau dana yang diberikan ke tiap-tiap cabang olahraga melalui Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Satlak Prima, dan kelembangaan yang lain. Katakanlah kalau satu cabang dengan anggaran besar tidak memenuhi target dalam kurun waktu promosi-degradasi itu, harus ada evaluasi. Mungkin saja dana dikurangi.

"Berdasarkan hasil rapat bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (24/10) malam, di-setujui dana definitif Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 untuk Kemenpora sebesar Rp3.141.802.079.000. Dari dana tersebut, Rp500 miliar diberikan ke Satlak Prima untuk pembinaan atlet profesional atau atlet pelatnas.

Imam mengatakan ke depan Kemenpora akan fokus pada pendanaan cabang prioritas yang berpotensi mendapatkan medali. (Rul/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya