Marquez masih Haus Kemenangan

AFP/AP/Mag/R-3
23/10/2016 09:43
Marquez masih Haus Kemenangan
(AP Photo/Glenn Nicholls)

MENTAL sportif ditunjukkan pembalap Repsol Honda Marc Marquez. Meski sudah memastikan diri sebagai juara dunia Moto-GP musim ini, pembalap asal Spanyol tersebut tetap berusaha tampil apik.

Hal itu ditunjukkan Marquez pada sesi kualifikasi Moto-GP Australia di Sirkuit Phillip Island, kemarin. Hasilnya, ia pun sukses merebut posisi start terdepan setelah mencatat waktu terbaik 1 menit 30,670 detik.

Di belakang Marquez, pembalap LCR Honda Cal Crutchlow menguntit di posisi kedua. Crutchlow dan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) sebelumnya bersaing ketat di kualifikasi kedua (Q2) setelah menjadi dua pembalap tercepat pada sesi kualifikasi pertama (Q1).

Sebaliknya, rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, juga Maverick Vinales (Suzuki Ecstar) tidak mengikuti Q2 karena gagal mencatat waktu yang ditetapkan di Q1.

Alhasil Rossi akan memulai balap­an besok dari posisi start ke-15, sedangkan Vinales dari posisi ke-13. Sesi kualifikasi tersebut menjadi yang terburuk bagi Rossi dalam sejarah kariernya di Moto-GP.

Marquez datang ke Australia setelah memenangi GP Jepang untuk mengamankan gelar juara dunia dengan tiga seri tersisa. Pembalap berusia 23 tahun itu menjadi pembalap termuda yang berhasil merebut gelar juara dunia tiga kali, mengalahkan pembalap Inggris Mike Hailwood.

“Cuaca akhir pekan ini sangat rumit. Anda harus cepat, tapi tentu saja dengan strategi yang benar juga. Saat ini kami balapan di waktu yang tepat dengan ban yang repat dan kami bisa dapatkan pole position,” ungkapnya.

“Kita lihat saja besok (hari ini) apakah balapan kering karena tidak seorang pun tahu,” lanjutnya.
Dari ajang Formula 1, tim-tim peserta gelaran jet darat itu berencana memindahkan tes tengah musim mereka tahun depan dari Barcelona ke Bahrain. Keputusan itu diambil setelah mereka gagal memindahkan tes musim dingin ke tempat dengan suhu lebih hangat di Timur Tengah.

Ketua Red Bull Christian Horner mengatakan seluruh tim telah menemui petinggi komersial olahraga itu, Bernie Ecclestone, di Grand Prix AS pada Jumat (21/10) untuk mendiskusikan situasinya. Tes di luar Eropa, menurut peraturan F1, memerlukan persetujuan dari seluruh tim dan Horner mengatakan telah dilakukan pengambilan suara pada awal pekan pekan lalu oleh FIA, tapi gagal mencapai kesepakatan. (AFP/AP/Mag/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya