Romantisme tidak Bertepi the Special One

Achmad Maulana
23/10/2016 09:40
Romantisme tidak Bertepi the Special One
(Grafis/Duta)

SEBAGAI anggota klub elite Inggris, Chelsea dan Manchester United tentu saja selalu menyedot perhatian bukan hanya dari para fan kedua klub ketika mereka berduel. Apalagi kini keduanya tengah berjuang untuk bisa kembali ke posisi habitat mereka, yakni papan atas klasemen.

Lebih dari itu, yang menarik dari pertemuan kedua klub di Stamford Bridge, nanti malam WIB, ialah keberadaan sosok Jose Mourinho di kubu ‘Setan Merah’.

Inilah kali pertama the Special One menginjakkan kakinya lagi di Stamford Bridge.

Lebih ironis lagi, kali ini ia bertindak sebagai lawan. Padahal, suka atau tidak, Mourinho sudah kadung identik dengan Chelsea.

Betapa tidak? Tercatat sudah dua kali mantan arsitek FC Porto, Inter Milan, dan Real Madrid itu menukangi ‘si Biru’.

Sederet trofi bergengsi pun sudah ia persembahkan buat Chelsea. Nama­nya bahkan kondang sebagai the Special One juga semasa dia menukangi tim asal London Barat tersebut.

Tidak berlebihan jika sosok Mourinho menjadi tokoh protaganis dalam laga nanti. Meski begitu, juru taktik asal Portugal itu memastikan tidak ada dendam dalam dirinya. Ia bahkan berjanji tidak akan merayakannya secara berlebihan jika MU memenangi laga nanti.

“Saya sudah cukup dewasa untuk mengontrol emosi. Bahkan jika tim saya mencetak gol, saya tidak akan merayakannya seperti anak gila. Saya juga tidak akan bereaksi negatif jika penonton memiliki se­suatu yang negatif dengan saya,” tegas Mourinho.

“Saya meninggalkan Stamford Bridge dengan perasaan bagus. Saya sudah meraih kesuksesan dan memberikan segalanya untuk klub. Jadi saya akan tetap mengingat semua kenangan indah tentang Chelsea,” imbuhnya.

Dengan modal kemenagan 4-1 atas Fenerbahce di pentas Liga Europa tengah pekan lalu, Mourinho layak optimistis saat menyambangi bekas rumahnya tersebut. Apalagi mereka juga belum terkalahkan dalam enam laga terakhir, termasuk saat menahan imbang Liverpool 0-0 di Anfield.

Saat bertandang ke Stamford Bridge, Mourinho amat mungkin akan menurunkan Zlatan Ibrahimovic, Ander Herrera, dan Marcus Rashford yang dicadangkan saat berlaga di kompetisi Eropa.

Konsekuensinya, ia akan menyimpan Juan Mata, Anthony Martial, dan kapten tim Wayne Rooney. Hanya, untuk bek kiri, ia masih harus memilih Daley Blind atau Luke Shaw.

Sambut baik
Di sisi lain, arsitek Chelsea Antonio Conte juga amat mungkin akan kembali menurunkan the winning team-nya seperti ketika melibas juara bertahan Leicester City 3-0. Menurut arsitek asal Italia itu, mereka harus terus meraih poin jika ingin bersaing dalam perebutan gelar musim ini.

Karena itu, tanpa mengurangi rasa hormatnya pada Mourinho, ia dan timnya bertekad mengalahkan mereka. “Saya sangat menghormatinya. Ia sudah memenangi tiga gelar (Liga Primer) dan saya pikir ia salah satu sosok yang penting bagi Chelsea. Ia pantas mendapat penghargaan itu.”

Untuk sementara ini, Chelsea di posisi kelima klasemen Liga Primer dengan 16 poin dari delapan laga, defisit tiga angka dari pemuncak klasemen Manchester City. Sebalinya, MU berada di urutan ketujuh dengan 14 poin dari delapan laga. (AFP/AP/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya