Pogba Lepas Predikat Pemain Terburuk

22/10/2016 06:38
Pogba Lepas Predikat Pemain Terburuk
(AFP/OLI SCARFF)

DENGAN label pemain termahal di dunia, Paul Pogba tidak akan pernah terlepas dari ekspektasi tinggi.

Namun, penampilan eks punggawa Juventus itu jarang menemui harapan sejak berseragam Manchester United, termasuk saat timnya hanya bermain imbang 0-0 kontra rival abadi, Liverpool, di Liga Primer, akhir pekan lalu.

Pogba tercatat hanya melakukan 38 operan dengan akurasi umpan hanya berkisar 71% sepanjang pertandingan.

Tugasnya sebagai gelandang jangkar untuk merebut bola dari kaki lawan pun tidak berjalan efektif karena hanya memenangi duel bola sekitar 46%.

Akan tetapi, kritik itu langsung ia jawab di pertandingan selanjutnya.

Saat melawan Fenerbahce di penyisihan Grup A Liga Europa, Jumat (21/10), pemain asal Prancis itu membukukan dua gol dan membantu 'Setan Merah' menang besar 4-1 di Old Trafford.

"Dua hari lalu, dia pemain terburuk di Liga Primer dan 48 jam kemudian menjadi pemain fenomenal. Saya pernah di Italia dan berada di sana empat hingga lima tahun, kemudian pindah ke Liga Primer, bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, pemain terbaik membutuhkan waktu adaptasi," tukas manajer Manchester United Jose Mourinho seusai laga.

Pogba membuka kemenangan MU melalui titik putih pada menit ke-31 sebelum Anthony Martial menggandakan keunggulan 3 menit berselang dengan cara yang sama.

Il Polpo--julukan Pogba--kembali mencatatkan namanya jelang turun minum dan Jesse Lingard menutup gol kemenangan United di menit ke-48.

Sementara itu, gol pelipur lara Fenerbahce lahir dari eks punggawa MU, Robin van Persie, 7 menit sebelum bubaran.

Hasil positif juga dibukukan Internazionale Milan yang sementara dapat keluar dari ujung tanduk setelah meraih kemenangan perdana di Grup K dengan menaklukkan Southampton 1-0.

Gol tunggal I Nerazzurri diciptakan sepakan keras winger Antonio Candreva pada menit ke-67.

Namun, kemenangan itu dinilai sebagai keberuntungan oleh penjaga gawang Inter, Samir Handanovic.

"Permainan kami tadi malam tampak dangkal. Kami tidak bermain bagus, tapi setidaknya ada determinasi. Kami harus lebih efisien dan lebih taktis dalam menyerang atau bertahan," imbuhnya.

Meskipun meraih tiga poin, La Beneamata masih berada di dasar klasemen Grup K dengan 3 poin.

Namun, setidaknya kemenangan itu memperpanjang napas pelatih Frank de Boer di klub setelah ia diisukan bakal dipecat jika menuai hasil buruk.

"Kami harus mempertahankan penampilan seperti ini. Malam ini, saya puas dengan performa tim karena kami tampil disiplin," tandas juru taktik asal Belanda itu. (Goal/Sat/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya