Perburuan Gelar Terakhir di Singapura

Maggie Nuansa Mahardika
22/10/2016 06:05
Perburuan Gelar Terakhir di Singapura
(AFP)

EMPAT turnamen grand slam boleh saja telah lewat, tetapi bukan berarti para petenis sudah tidak punya kesempatan lagi untuk merebut gelar bergengsi.

Pasalnya, masih ada satu gelar lagi yang bisa diperebutkan di penghujung musim, yakni WTA Finals 2016 di Kallang, Singapura, 23-30 Oktober.

WTA Finals menjadi sarat gengsi lantaran hanya diikuti delapan petenis peringkat teratas.

Tidak mengherankan jika para petenis kini sibuk berusaha memperbaiki peringkat mereka untuk bisa tampil di turnamen penutup tersebut.

Saat ini sudah ada tujuh petenis yang memastikan tiket ke Singapura.

Satu tempat terakhir masih diperebutkan Johanna Konta dan Svetlana Kuznetsova.

Mereka berlomba untuk menempati urutan kedelapan menyusul Angelique Kerber, Simona Halep, Agnieszka Radwanska, Karolina Pliskova, Garbine Muguruza, Madison Keys, dan Dominika Cibulkova.

Memang betul, WTA Finals kali ini tak akan diramaikan salah petenis terbaik dunia Serena Williams.

Petenis peringkat kedua dunia asal Amerika Serikat itu harus menepi lantaran cedera bahu sejak Agustus lalu.

Cedera itu pula yang membuat juara WTA Finals itu harus mundur dari Piala Rogers dan Western & Southern Terbuka.

Bahkan dua turnamen yang direncanakan sebagai ajang comeback Williams, Wuhan Terbuka dan Tiongkok Terbuka, juga harus dilewatkan.

"Ini tahun yang berat buat saya, harus berkompromi dengan cedera bahu. Dokter saya menyarankan untuk tetap tinggal di rumah agar saya bisa terus menjalani pemulihan. Saya menjalani terapi setiap hari agar saya bisa berkompetisi tahun depan," tutur adik kandung petenis Venus Williams itu.


Tetap seru

Suka atau tidak, absennya Williams itu dikhawatirkan akan mengurangi kemeriahan WTA Finals 2016.

Tidak kurang CEO of WTA Steve Simon menyayangkan ketiadaan Williams.

Meski begitu, ia menjamin turnamen tersebut bakal tetap seru dengan persaingan yang panas.

"Fan bakal disuguhi pertandingan menarik. Ada Radwanska yang berusaha mempertahankan gelarnya dan petenis peringkat satu dunia, kemudian Angie Kerber, yang ingin menyempurnakan musim terbaiknya dengan kemenangan di Singapura," kata dia.

Setelah Madison Key dan Dominika Cibulkova resmi mengamankan tempat mereka di turnamen bergengsi itu pada 16 Oktober lalu, satu tempat masih tersisa mengingat Serena tak berpartisipasi.

Saat ini, Konta masih menempati peringkat kedelapan, tetapi Carla Suarez Navarro dan Kuznetsova menempelnya.

Kuznetsova bisa melampaui Konta jika ia memenangi Piala Kremlin 2016 di Moskow.

Petenis Rusia itu baru saja melangkah ke babak ketiga dengan menyingkirkan petenis Prancis Alize Cornet, 6-4,7-5.

Kuznetsova punya catatan cemerlang di turnamen itu dengan menjuarainya tahun lalu.

Navarro juga sebetulnya menggantungkan harapannya untuk tampil di Singapura pada Piala Kremlin.

Namun, harapannya itu harus kandas karena tersingkir di babak kedua.

Ia harus mundur dari lapangan karena kondisi fisiknya yang tak memungkinkan untuk melanjutkan laga melawan petenis Australia Daria Gavrilova.

Ajang debut

Sejatinya, bagi Keys dan Cibulkova, WTA Finals tahun ini merupakan debut pertama mereka.

Itu sebabnya mereka begitu antusias menyongsong turnamen.

"Aku tidak bisa lebih bersemangat untuk memenuhi syarat untuk pertama WTA Finals saya ini. Saya telah bekerja lebih keras daripada sebelumnya tahun ini, baik di dalam dan luar lapangan. Saya senang bahwa kerja keras terbayarkan dengan lolos ke Final WTA. Saya berharap untuk menyelesaikan musim saya yang hebat di Singapura," kata Keys.

Keys melewati musim yang indah tahun ini dengan berhasil menembus top 10 WTA pada Juni lalu.

Ia menjadi petenis 'Paman Sam' pertama yang masuk ke peringkat elite sejak Serena Williams pada 1999.

Keys yang lolos ke semifinal di Tiongkok Terbuka langsung melejit dengan duduk di peringkat ketujuh dunia.

Ia sukses mengantongi gelar WTA tahun ini di Birmingham, juga menjadi runner-up di Internazionali BNL d'Italia dan Piala Rogers.

Senada, Cibulkova juga begitu antusias menghadapi WTA Finals pertamanya.

Rasa penasarannya dua tahun lalu akhirnya tertebus sudah.

"Pada 2014, saya sudah sangat dekat (ke Singapura), itulah yang membuat saya sangat menginginkannya," katanya.

Cibulkova sempat percaya diri bisa masuk delapan besar pada 2014 karena berhasil ke final Australia Terbuka.

Dalam perjalanan ke final turnamen grand slam itu, Cibulkova sempat menundukkan Maria Sharapova dan Agniezka Radwanska.

Pada 2015, Cibulkova harus menyimpan impiannya tampil di WTA Finals.

Ia harus lama beristirahat karena cedera achilles kronis yang menderanya.

"Tidak mudah untuk kembali, peringkat saya saat itu menurun hingga ke-60-70 di dunia."

Sejak itu ia mulai lagi mengikuti turnamen-turnamen kecil untuk memperbaiki peringkat dunianya.

Lima kemenangan beruntun dan gelar Katowice Terbuka menjadi penanda kebangkitannya.

Ia sukses melangkah ke final Indian Wells, dan berakhir dengan lolos ke Singapura.

"Kini, saya hanya ingin memainkan permainan tenis terbaik dan itulah yang membuat saya tetap berjalan," tutupnya. (WTA Finals/Eurosports/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya