Riedl Uji Fisik Pemain di TC Sleman

Satria Sakti Utama
21/10/2016 08:35
Riedl Uji Fisik Pemain  di TC Sleman
(ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

PELATIH timnas Indonesia Alfred Riedl agaknya masih belum puas dengan kondisi fisik pemain yang sering kali anjlok jika memasuki paruh kedua. Oleh karena itu, pemusatan latihan (TC) di Sleman yang digelar pada 20-26 Oktober akan dimanfaatkan untuk memperbaiki masalah itu sekaligus mengukur VO2 max pemain.

“Kebugaran pemain masih kurang, jadi pada pemusatan latihan ini kami akan tes VO2 max pemain dan juga akan ada latihan fisik. Yang jelas kami juga akan evaluasi tim per individu, per sektor grup, dan per tim,” kata asisten pelatih timnas Indonesia Wolfgang Pikal saat dihubungi, kemarin.

Selain memperbaiki kondisi fisik, tim kepelatihan juga akan mengevaluasi permainan untuk semakin mematangkan skema 4-4-2 andalan Riedl.

Dalam TC keenam itu, ada satu pemain lagi yang bakal absen, yakni penjaga gawang Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa yang cedera otot paha saat melawan Arema Cronus di laga Indonesia Soccer Championship (ISC), pekan lalu. Ia mengikuti jejak penyerang Consadole Sapporo, Irfan Bachdim, yang juga cedera dan kini menjalani masa penyembuhan di Jepang.

Sebagai pengganti, PSSI memanggil kembali kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra. Jandia melengkapi komposisi dua penjaga gawang lainnya, Dian Agus Prasetyo (Pusamania Borneo FC) dan Kurnia Meiga (Arema Cronus).

Walaupun beberapa pemain absen, Pikal menegaskan pihaknya masih belum menutup pintu bagi para punggawa yang mengalami cedera. “Semua orang masih punya kesempatan,” imbuh mantan pelatih Arema Indonesia.

Posisi penjaga gawang terbilang sektor yang masih cair dan belum dapat diprediksi. Selain Kurnia Meiga, hingga TC keenam, Riedl setidaknya telah memanggil delapan kiper berbeda. Selain nama di atas, empat kiper lainnya ialah Teja Paku Alam (Sriwijaya FC), Shahar Ginanjar (Mitra Kukar), Teguh Amirudin (PS TNI), serta Hery Prasetyo (Madura United).

Meskipun begitu, Jandia tidak mengganggap adanya persaingan di sektor penjaga gawang untuk masuk timnas.

“Saya pribadi menjalani saja, tidak ingin berandai-andai. Saya hanya berusaha karena ini merupakan tugas negara,” tukas kiper berambut panjang itu.

Naik peringkat
Kemarin, FIFA merilis rang-king terbaru. Posisi Indonesia kembali meningkat. Saat ini, timnas Merah Putih menempati posisi ke-179 dengan 93 poin alias naik dua posisi dari bulan sebelumnya. Kenaikan peringkat Indonesia itu berkat hasil laga internasional kontra Vietnam di Stadion Maguwoharjo Sleman (9/10).

Akan tetapi, posisi itu tentu masih belum memuaskan mengingat di lingkup Asia Tenggara saja Indonesia masih menghuni tiga terbawah.

Filipina masih menjadi tim ASEAN terbaik dengan berada di peringkat ke-124 FIFA. Sebaliknya, raksasa Thailand malah harus puas turun sembilan tingkat setelah meraih hasil buruk pada kualifikasi Piala Dunia 2018.

Indonesia masih berpeluang memperbaiki posisi jika meraih hasil maksimal dalam dua laga resmi di kalender FIFA, yakni melawan Myanmar pada 4 November mendatang dan Vietnam, empat hari berselang. Dalam kedua laga itu, Boaz Solossa dkk berstatus sebagai tim tamu. (R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya