Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPIAN masyarakat untuk melihat tim nasional bisa berprestasi di tingkat internasional sepertinya masih sebatas impian.
Betapa tidak?
Ketika semua pihak sudah hampir sepakat untuk mereformasi PSSI melalui kongres ketua umum dan anggota eksekutif periode 2016-2020, muncul masalah baru.
Pihak-pihak yang terkait belum juga menemui kata sepakat soal tempat penyelenggaraan kongres.
Padahal, pada pertemuan di lantai 10 gedung utama Kemenpora di Jakarta, Rabu (12/9) lalu antara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, disepakati kongres bakal dilaksanakan di Jakarta sebagai jalan tengah.
Provinsi DKI Jakarta menjadi jalan tengah dari polemik lokasi kongres yang sebelumnya masih menjadi misteri karena PSSI ngotot menggelar kongres di Makassar, Sulawesi Selatan, sedangkan Kemenpora sebagai pihak yang dimintakan rekomendasi memaksa kongres harus dilakukan di Yogyakarta dengan alasan sebagai titik nol reformasi sepak bola Indonesia.
Namun, belakangan pihak PSSI ternyata membantah kesepakatan itu.
Mereka tetap berkukuh untuk menggelar kongres di Jakarta.
Di sisi lain, sejumlah pemilik suara yang menyebut diri K-85 menegaskan akan memboikot kongres di Makassar dan akan menggelar kongres sendiri di Jakarta.
Itu ironis memang karena sebelumnya Menpora Imam Nahrawi menegaskan kesepakatan mengenai lokasi kongres tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memuluskan proses reformasi sepak bola Indonesia yang dirintis sejak dirinya menjabat Menpora pada 20 Oktober 2014.
Imam mengklaim pihaknyalah yang memanggil pengurus PSSI untuk memecah kebuntuan soal lokasi kongres PSSI.
Sementara itu, PSSI akan berkomunikasi dengan FIFA dan AFC.
Pemerintah, lanjut Imam, punya kepentingan terhadap lancarnya penyelenggaraan kongres PSSI karena kepengurusan PSSI yang baru nanti diharapkan mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia yang hingga kini masih haus akan prestasi di tingkat internasional.
Karena itu, dia berharap kepengurusan PSSI ke depan diisi orang-orang yang mencintai sepak bola.
Dengan demikian, tidak hanya kompetisi dan tim nasional yang menjadi perhatian PSSI, tapi juga pembinaan pemain usia dini melalui kompetisi kelompok umur yang berjenjang.
Selama ini pembinaan sepak bola kelompok umur yang dilangsungkan pihak swasta masih lebih baik ketimbang yang dilakukan PSSI.
"Karena kita rindu prestasi, kita rindu konsolidasi dan rindu penyapaan sepak bola di semua level, tidak hanya profesional, tetapi kelompok umur juga," kata Imam.
Demi timnas
Kongres PSSI diharapkan Imam juga akan kembali menghasilkan tim nasional sepak bola yang baik melalui manajemen tim nasional yang profesional dan juga pemilihan anggota timnas yang baik, terlebih setelah timnas Indonesia bisa kembali berlaga di level internasional sejak terlepas dari sanksi FIFA.
Salah satu kiprah debut timnas Indonesia ialah perhelatan AFF Suzuki Cup 19 November-17 Desember mendatang.
Tim Garuda yang berada di bawah asuhan Alfred Riedl akan menjalani laga kualifikasi di Filipina, bergabung dengan tuan rumah Filipina, Thailand, dan Singapura.
Di turnamen dua tahunan tersebut, prestasi terbaik Indonesia hanyalah empat kali menjadi runner-up.
Imam menegaskan, di masa depan, timnas harus menuju prestasi.
Pemerintah pun tak akan sungkan membantu pendanaan timnas.
Hal itu sudah ditunjukkan dengan pemberian dana bagi timnas U-19 dan timnas senior sebesar Rp1 miliar meski sebelumnya PSSI mengajukan proposal dana hingga Rp3 miliar.
"Itu bagian dari komitmen kami untuk membantu timnas. Ke depan, tentu perlu dilihat anggaran yang tersedia dan pengajuan yang akan diminta PSSI," tandas Imam. (Gnr/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved