TAFISA 2016 Tinggalkan Warisan

Gnr/R-3
11/10/2016 08:01
TAFISA 2016 Tinggalkan Warisan
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

PESTA olahraga rekreasi dunia TAFISA World Games 2016 yang telah berlangsung sejak 6 Oktober lalu di Jakarta akan resmi berakhir Selasa (11/9). Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dijadwalkan menutup pesta olahraga yang diikuti 87 negara dan melibatkan belasan ribu peserta dari dalam dan luar negeri itu.

Ketua Panitia Pelaksana TAFISA World Games 2016 (JATGOC) Hayono Isman mengatakan, pada upacara penutupan nanti salah satu agenda penting ialah deklarasi atau penyataan Jakarta Call for Action of Active City.

Deklarasi tersebut sebelumnya sudah dibahas dalam Global Forum yang menjadi salah satu agenda TAFISA World Games 2016.

Draf active city sebelumnya dibuat badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, UNESCO.

“Menpora nanti akan memberikan dokumen active city kepada Ketua Umum Asosiasi Wali Kota Indonesia Airin ­Rachmi Diany agar langsung diimplementasikan di tingkat kota. Nanti masyarakat yang terhimpun dalam Federasi ­Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang akan mengawal, “ kata Hayono, kemarin
Selain itu, pada upacara penutupan nanti juga akan diserahkan bendera TAFISA kepada Kota Lisabon, Portugal, yang akan menjadi tuan rumah TAFISA World Games berikutnya pada 2020.

Setelah rangkaian acara utama selesai, para peserta dari 87 negara akan berbaur untuk menunjukkan persahabatan di antara lima benua.

Animo persahabatan dalam TAFISA World Games 2016, menurut Hayono, menjadi salah satu faktor kesuksesan penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut.

Salah satu contoh persahabatan ialah adanya juara bersama, yaitu Indonesia dan Lithuania, dalam ajang sepak bola jalanan (street soccer) yang partai finalnya tak bisa dimainkan akibat hujan yang mengguyur Jakarta, Minggu (9/9) malam.

“TAFISA 2016 telah menjadi momentum dukungan pemerintah bagi olahraga masyarakat dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 yang menjadi keppres pertama bagi olahraga masyarakat. Karena itu, momentum ini jangan hanya berhenti pada TAFISA, tapi juga bisa nendang untuk olahraga masyarakat ke depan,” ujar Hayono.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, mengatakan ajang TAFISA World Games 2016 menjadi ajang pesta olahraga rekreasi masyarakat yang mempertandingkan lebih banyak cabang olahraga ketimbang sebelumnya. Sejumlah olahraga tradisional Indonesia pun menunjukkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. (Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya