Impian Murray Mengukir Sejarah

AFP/Mln/R-4
11/10/2016 07:59
Impian Murray Mengukir Sejarah
(AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

KESUKSESAN meraih gelar di turnamen tenis Tiongkok Terbuka di Beijing pada Minggu (9/10) lalu memang belum berarti banyak bagi Andy Murray. Ia masih berada di bawah bayang-bayang petenis Serbia Novak Djokovic.

Meski begitu, petenis asal Skotlandia itu masih bisa tersenyum. Pasalnya, koleksi poinnya kini semakin mendekati the Djoker.

erkat tambahan poin itu, Murray kini mengoleksi 8.685 poin, atau hanya defisit 1.555 dari Djokovic. Artinya peluang Murray untuk menggeser Djokovic pada akhir tahun ini sangat besar.

Bukan itu saja, untuk kali pertama raihan prestasinya dalam satu musim berhasil mengalahkan Djokovic. Selain sukses merebut gelar Wimbledon keduanya, petenis berusia 29 tahun itu juga berhasil meraih medali emas di Olimpiade Rio 2016. Tak berlebihan jika ia mengincar posisi nomor satu dunia pada akhir musim nanti dan sekaligus menghentikan dominasi Djokovic.

“Hasil di Beijing itu sangat positif sebelum ke Shanghai (Tiongkok), dan harapannya saya bisa finis dengan kuat pada akhir musim,” cetus Murray yang mendapat 1.000 poin di Beijing.

Di saat Djokovic masih berjuang mengembalikan kondisinya seusai dibekap cedera siku, Murray kini tengah menulis sejarahnya sendiri. Ia kini berpeluang menjadi petenis Inggris pertama yang menempati peringkat satu dunia. “Setelah berjuang selama 12 bulan, tentu (menjadi nomor satu) itu akan menjadi pencapaian yang sempurna,” ujar Murray.

Di sisi lain, Djokovic juga tidak mau kehilangan begitu saja mahkotanya. Setelah absen di Beijing, the Djoker bertekad mempertahankan gelarnya di Shanghai Masters, pekan ini.

Di dunia tenis kaum hawa, pada saat kedua petenis ­putra itu tengah sibuk berjuang memperebutkan rangking nomor wahid dunia, petenis putri Rusia Maria Sharapova bertekad menjadikan laga eksebisi World Team Tennis Smash Hits di Caesars Palace, Las Vegas, Amerika Serikat, sebagai ajang ujian bagi dirinya sebelum benar-benar bisa kembali bermain. Sharapova yang pekan lalu mendapat pengurangan skors baru bisa bermain lagi pada April mendatang.

“Saya pikir satu-satunya hal yang saya inginkan ialah bisa bermain tenis lagi,” kata Sharapova.(AFP/Mln/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya