Alihkan Fokus ke Pembinaan

27/9/2016 07:51
Alihkan Fokus ke Pembinaan
(ANTARA)

PADA Minggu (25/9), Eri Marina Yo tersenyum lebar di atas podium.

Di dadanya tergantung medali emas cabang sepatu roda setelah ia memenangi nomor 42 kilometer maraton putri.

Itu menjadi emas PON ke-11 Eri sejak ia terjun pada PON 2000.

Emas itu pula yang menjadi penutup penampilan atlet berusia 29 tahun itu di ajang PON. Pada PON kali ini, Eri merebut emas di nomor 5 km relay putri dan 42 km maraton putri.

Di nomor 1.000 meter individual time trial (ITT), ia hanya meraih perak.

Meski gagal menjadi yang terbaik di ITT, Eri sangat gembira karena mendapat emas di nomor maraton yang notabene bukan spesialisasinya.

"Saya rasa ini keajaiban. Ini bukan nomor andalan saya. Biasanya saya mengandalkan sprint, tapi saya bisa dapat emas. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang mendukung dan masih percaya kepada saya sampai sekarang. Kemenangan ini sangat berarti buat saya di PON terakhir saya ini," ungkap wakil kontingen DKI Jakarta itu.

Prestasi Eri memang tidak hanya moncer di tingkat nasional.

Ia pernah meraih medali emas di Kejuaraan Asia Tenggara 2009 Singapura dan Asian Beach Games 2012.

Atlet yang menekuni olahraga sepatu roda sejak usia lima tahun itu juga menjadi sprinter sepatu roda putri pertama Indonesia yang memuncaki klasemen akhir tur Asianic Inline Cup 2009.

Di usia yang tidak lagi muda untuk seorang atlet, Eri mempertimbangkan mundur.

Selain ingin memberikan kesempatan kepada atlet-atlet yang lebih muda, ia mau berfokus pada pembinaan atlet-atlet sepatu roda Indonesia lewat klub sepatu roda yang dirintisnya pada 2011, Cross Roller Club (CRC).

Klub yang berbasis di Senayan, Jakarta, itu kini sudah memiliki 150 anggota dari berbagai kelompok umur.

Eri sendiri juga turun langsung ke lapangan untuk menjadi pelatih.

"Yang paling kecil usianya 4-5 tahun. Memang paling bagus belajar sepatu roda sejak umur segitu. Saya sendiri dari usia lima tahun belajar. Beranjak usia 6 tahun saya sudah diikutkan berbagai kejuaraan sampai sekarang," tutupnya. (Mag/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya