Jawa Barat makin Menjauh

Maggie Mahardika
26/9/2016 07:31
Jawa Barat makin Menjauh
(MI/Ramdani)

TUAN rumah Jawa Barat (Jabar) makin menjauh dari pesaing terdekat mereka, Jawa Timur dan DKI Jakarta, dalam perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.

Empat hari menjelang PON berakhir, Jabar makin kukuh di puncak klasemen.

Hingga pukul 21.00 WIB, Minggu (25/9), Jabar telah mengantongi 166 emas, 93 perak, 107 perunggu.

Jatim di posisi kedua dengan 99 emas, 98 perak, 81 perunggu.

DKI dengan 94 emas, 92 perak, 85 perunggu berada di posisi ketiga.

Kemarin, Jabar kembali menambah medali emas melalui beberapa cabang seperti taekwondo dan dayung.

Di taekwondo, Jabar menyabet satu emas dari nomor pertarungan (kyorugi) dan empat emas dari nomor seni (pomsae).

Emas di nomor pertarungan dipersembahkan Mochammad Rizaldi Hasibuan yang menundukkan taekwondoin senior Yunaildi Alfred melalui babak tambahan di partai final kelas 74 putra.

Di nomor seni, Jabar menyapu bersih emas untuk nomor perseorangan dan beregu putra/putri.

Emas di nomor seni perseorangan putra direbut Maulana Haidir, sedangkan di putri medali emas diraih Defia Rosmaniar.

Emas di beregu putri direbut trio Defia, Kevita Deliza, dan Muttaqoh Khoirunnisa.

Di beregu putra Maulana mempersembahkan emas bagi Jabar bersama Muhammad Fazza Fitracahyanto dan Irsyad Abdul Azis.

Dari cabang dayung, Jabar menambah dua medali emas dari nomor perahu naga.

Dua emas itu diraih dari nomor 500 meter 10 pedayung putra dan putri.

Di 10 pedayung putra, tim Jabar menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 2 menit 14,290 detik.

Perak diraih Sulawesi Selatan dan perunggu didapat tim Papua.

Di nomor 10 pedayung putri, Jabar menjadi yang tercepat dengan 2 meit 25,480 detik disusul Papua di posisi dua dan Jawa Timur.

Tambahan dua emas membuat Jabar telah mendulang 18 emas dari dayung.


DKI kuasai atletik

Dari cabang atletik, DKI kembali menunjukkan kekuatan dengan merebut medali emas.

Tim estafet 4 x 100 meter putri DKI Jakarta menjadi yang tercepat di ajang Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat 2016 yang berlangsung di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Minggu (25/9).

Tim putri DKI yang diperkuat Dedeh Erawati, Emilia Nova, Yuslina, dan Irene Ali-sjahbana tak tertandingi dan merebut emas dengan catatan waktu 46,07 detik, disusul Jawa Timur dengan 46,43 detik, dan Nusa Tenggara Barat 46,99 detik.

Emas lainnya disumbang Rini Budiarti dari nomor 1.500 meter putri dengan catatan waktu 4 menit 29,05 detik.

Ketua Umum Pengurus Atletik Seluruh Indonesia DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menegaskan pihaknya cukup puas dengan penampilan atlet DKI di lintasan atletik PON 2016 yang telah mengemas 12 emas.

Di cabang sepatu roda, DKI juga mendominasi.

Di hari terakhir pertandingan di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), DKI mengamankan emas di nomor 10 kilometer team time trial putri dan 42 km maraton putri.

Tambahan dua emas itu membuat DKI total mengumpulkan 6 emas, 6 perak, 1 perunggu dan menjadi juara umum.
(Gnr/CS/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya