Adu Sprint Jatim dan DKI

Ghani Nurcahyadi
22/9/2016 01:43
Adu Sprint Jatim dan DKI
(MI/Panca Syurkani)

DOMINASI tuan rumah Jawa Barat sebagai pengumpul medali emas pada Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 nyaris tidak bisa dikejar kontingen lain.

Persaingan sengit justru terjadi pada perebutan posisi runner-up.

DKI yang sejak awal membuntuti Jawa Barat kini harus mengalami kenyataan pahit.

Posisi mereka untuk sementara digeser Jawa Timur.

Kesuksesan Jatim merebut posisi runner-up tidak lepas dari keberhasilan mereka menguasai sejumlah cabang olahraga, Rabu (21/9), salah satunya cabang panahan.

Sebagai kiblat olahraga panahan Indonesia, Jatim kembali menunjukkan dominasi mereka.

Provinsi paling luas di Pulau Jawa itu merebut medali emas di nomor recurve.

Emas pertama Jatim disumbangkan pemanah putri andalan mereka, Ika Yuliana Rochmawati, yang menjadi terbaik di nomor recurve perorangan putri.

Ika meraih emas setelah mengalahkan pemanah asal DKI Jakarta Rina Dewi Puspita dengan skor telak 6-0 di partai final.

"Ini pertama kalinya saya mendapatkan medali emas di PON karena pada 2008 di Kalimantan Timur saya tidak dapat medali. Sementara itu, saat 2012 di Riau, saya tidak memperkuat Jatim karena habis berlaga di Olimpiade. Sekarang memang kondisinya sama, tapi saya berusaha tampil sebaik-baiknya," kata Ika seusai lomba.

Kesuksesan Ika diikuti rekannya, Riau Ega Agatha, di nomor perorangan putra.

Ega yang mengalahkan pemanah nomor satu dunia, Kim Woojin di Olimpiade Rio meraih emas setelah menang 6-0 atas pemanah Aceh, Dhia Rahmat.

Keunggulan Jatim di cabang panahan berlanjut setelah merebut emas di kategori beregu.

Trio Ika Yuliana Rochmawati, Erwina Safitri, dan Diananda Choirunisa merebut emas nomor beregu putri, sementara trio Riau Ega Agatha, Irvaldi Ananda Putera, dan Rahmat Panjiaji merebut emas nomor beregu putra.

Satu-satunya medali emas nomor recurve yang lepaa dari genggaman Jatim ialah nomor beregu campuran yang mempertemukan pasangan Jatim Ega/Diananda dan pasangan Yogyakarta Titik Kusumawardhani/Rahmat Sulistyawan.

Duet Yogyakarta lebih unggul dalam membidik anak panah di bawah guyuran hujan di Kabupaten Bandung.

Titik/Rahmat menang dengan skor 5-3.

Meski gagal menyapu bersih nomor recurve, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Erlangga Satriagung mengaku bangga dengan raihan tim panahan.

Jatim menargetkan 6 emas dari panahan.

Dua emas

Selain dari panahan, Jatim juga sukses menambah dua emas dari cabang dayung.

Kedua emas Jatim itu dipersembahkan Mugi Harjiro dari nomor kayak 200 tunggal putra (K1200Pa) dan Spens Stuber Mahue dari nomor kanadian 200 meter putra (C1200Pa).

Stuber finis di depan dengan catatan waktu 40,95 detik, meninggalkan tuan rumah di posisi dua, Yuda Firmasyah, dengan waktu 42,47 detik, dan pedayung Papua Barat Yunias Stenkol diposisi tiga dengan waktu 42,95 detik. (CS/RZ/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya