Tujuh Emas Digenggam

20/9/2016 08:05
Tujuh Emas Digenggam
(MI/Rommy Pujianto)

TUJUH medali emas di Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat yang dibidik perenang tuan rumah Triadi Fauzi Sidik sudah dalam genggamannya. Meski begitu,
ia belum puas. Triadi pun kini mempertinggi bidikannya menjadi sembilan emas dari multiajang empat tahunan itu.

Sampai kini, Triadi menjadi perenang dengan medali emas terbanyak. Bukan hanya itu, sejumlah rekor PON pun sudah ia pecahkan. Terakhir Senin (19/9), ia menyabet satu emas di nomor 100 meter gaya bebas sekaligus mencetak rekor PON yang sebelumnya tercantum atas nama Richard Sam Bera pada 1996 silam, yakni 51,21 detik. Ia mencatatkan waktu 50,49 detik, masih lebih lambat dari rekor nasional yang ia torehkan di SEA Games 2013 Myanmar, yakni 49,99 detik.

“Besok masih ada tiga nomor lagi, inginnya minimal bisa ambil dua emas lagi, jadi total 9 emas Insya Allah,” kata atlet berusia 25 tahun itu.

Torehan Triadi di PON kali ini memang seperti ajang pembalasan dendamnya lantaran ia tak diikutsertakan di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Alih-alih untuk Triadi, dua wildcard jatah cabor renang malah diberikan pada perenang putra Glenn Victor C Sutanto dan perenang putri Yessy V Yosaputra. Saat itu, Glenn dianggap lebih kompetitif pada nomor andalannya.

Melewatkan Olimpiade Rio, Triadi pun bertekad unjuk gigi di PON, tempat Glenn juga berlomba sebagai wakil Jawa Timur. Sejauh ini, capai-an Triadi di PON memang jauh lebih baik dari Glenn yang belum merengkuh emas satu pun.

“Meski bisa melampaui rekan saya yang Olimpian, perasaan saya sebetulnya biasa saja. Karena saya nggak mikir apa-apa, fokus mau tampil bagus saja tak peduli siapa lawannya,” katanya.

Hanya ada satu yang kurang dari torehan-torehannya di PON XIX Jabar. Ia belum memecahkan rekor nasional. “Memang untuk ajang ini sepertinya belum bisa pecahkan rekor nasional karena saya akui masih banyak sekali kekurangan, apalagi dalam latihan fisiknya, masih kurang. Bagi saya PON ini jadi refreshing dulu saja sebelum saya ikut event yang lebih besar,” ujar Triadi.

Triadi berharap, prestasinya bisa membanggakan keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia. PON baginya hanya batu lompatan untuk berprestasi di ajang internasional, termasuk Olimpiade, yang menjadi cita-citanya. (Mag/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya