Slimani Ancaman Nyata bagi the Blues

Satria Sakti Utama
20/9/2016 06:51
Slimani Ancaman Nyata bagi the Blues
(AFP)

SEKTOR lini depan Leicester City yang selama ini mengandalkan Jamie Vardy kian tajam dengan hadirnya penyerang baru. Sosok tersebut ialah Islam Slimani yang didatangkan dari Sporting Lisbon pada bursa transfer musim panas lalu.

Pesepak bola asal Aljazair itu melakoni debutnya di pentas Liga Primer Inggris dengan sempurna, akhir pekan lalu, setelah memborong dua dari tiga gol kemenangan atas Burnley. Slimani diprediksi menjadi ancaman nyata bagi Chelsea saat kedua tim bertemu dalam babak ketiga Piala Liga Inggris, Rabu (21/9) dini hari nanti.

Penyerang berusia 28 tahun itu memang sedang dalam momen terbaik kariernya setelah tampil cemerlang dengan Sporting, musim lalu. Sudah 27 kali ia menggetarkan gawang lawan dari 33 laga yang dilakoninya di Liga Portugal.
“Slimani sangat brilian. Sekarang kami punya lima penyerang dan memiliki pilihan yang luar biasa. Sangat penting baginya untuk melanjutkan performa ini,” tukas Manajer Leicester Claudio Ranieri.

Kemenangan atas Burnley sekaligus menggenapkan rekor kandang the Foxes yang tidak pernah terkalahkan dalam 12 laga terakhir di King Power Stadium. Ranieri pun tidak ingin tren dua hasil positif itu dirusak pelatih Chelsea sekaligus juniornya, Antonio Conte.

“Saya adalah orang Italia, jadi saya senang ketika kami dapat menjaga rekor kandang kami. Saya selalu percaya diri dengan tim ini dan sangat penting bagi kami untuk menjaga dua rentetan kemenangan ini,” imbuh juru taktik berjuluk the Tinkerman itu.


Mencoba bangkit

Sebaliknya, pelatih Chelsea Antonio Conte sedang terbebani dengan tuntutan untuk mengembalikan performa anak asuhnya yang memburuk dalam dua laga terakhir. Setelah meraih hasil sempurna di empat laga awal musim, the Blues dipaksa berbagi angka dari Swansea City 2-2 serta ditaklukkan Liverpool 1-2 di Stamford Bridge, akhir pekan lalu.

Mantan arsitek timnas Italia itu pun menyadari kekurangan timnya ialah belum mampunya Diego Costa dkk menjaga konsistensi permainan. Chelsea juga pantas waspada mengingat sejak ditangani Ranieri, Leicester menjadi salah satu tim yang tidak mampu mereka tundukkan (imbang 1-1 dan kalah 1-2).

“Kami bermain tanpa intensitas, padahal kami harus memperhatikan detail jika ingin bermain sebagai tim besar,” tandas Conte.

Penjaga gawang Chelsea Thibaut Courtois mengatakan timnya wajib memanangi laga perdana mereka di Piala Liga saat bertandang ke King Power Stadium. Mereka butuh itu untuk menguatkan mental sebelum melawan Arsenal di Liga Primer, akhir pekan ini.

“Kami tahu cara Leicester bermain dan mereka sangat sulit dikalahkan. Ajang ini penting karena kami ingin memenangi setiap piala musim ini. Kami juga harus bereaksi atas penampilan mengecewakan sebelumnya, apalagi laga selanjutnya kami tandang ke Arsenal,” ujar penjaga gawang timnas Belgia itu.

Putaran ketiga merupakan pintu gerbang masuknya tim-tim dari Liga Primer di Piala Liga Inggris yang musim lalu bernama Capital One Cup. Selain Leicester dan Chelsea, Arsenal dan Liverpool juga akan memulai perjuangan di Piala Liga dengan masing-masing menghadapi Nottingham Forrest dan Derby County.

Pemenang pertandingan akan langsung melaju ke putaran keempat, sedangkan partai ulangan akan dilangsungkan jika terjadi hasil imbang. (AFP/Goal/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya