PSSI mengaku berkomitmen mendukung pergelaran Piala Presiden.
Salah satu bentuk komitmen induk cabang olahraga sepak bola nasional terhadap turnamen itu ialah dengan menyediakan perangkat pertandingan dan wasit di setiap laga.
PSSI juga menitipkan pesan agar peserta Piala Presiden yang didominasi klub-klub ISL dapat menunjukkan kualitas.
"PSSI mendukung 100% pelaksanaan Piala Presiden karena Mahaka institusi yang sangat paham penyelenggaraan turnamen olahraga. Kami sampaikan agar klub tampil seperti halnya di bawah kompetisi," jelas Komisaris PT Liga Indonesia Tigor Manahan Nero seusai pertemuan dengan klub-klub ISL di Jakarta, kemarin.
Soal permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar simbol-simbol PSSI di ajang Piala Presiden dihilangkan, sejumlah pengurus PSSI menanggapi sinis.
Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, penggunaan simbol PSSI tidak dapat terelakan sebab para peserta Piala Presiden merupakan anggota organisasi tersebut.
"Karena ini peserta anggota PSSI. Mereka punya induk federasi yaitu PSSI, tentu mereka akan memakai simbol PSSI. Itu tidak bisa dielakkan," jelas Gusti.
Ia menyebut larangan BOPI tersebut tidak punya dasar karena PSSI bukan organisasi terlarang di Indonesia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI Heru Nugroho mengancam akan mem-black list Mahaka Sports and Entertainment dalam izin pergelaran lainnya jika menyertakan simbol-simbol PSSI.
Pernyataan Heru itu sebagai bentuk kesepakatan dengan Mahaka yang harus bersikap netral dalam menyikapi polemik pesepakbolaan nasional.
Pembukaan Piala Presiden dijadwalkan digelar di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, pada 30 Agustus.
Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan membuka secara langsung turnamen.
Selain Presiden Jokowi, acara pembukaan juga akan dihadiri oleh Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan.