Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA wasit dinilai buruk di cabang olahraga karate dalam pelaksanaan hari pertama Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016, kemarin. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) Gatot Nurmantyo.
“Jujur saya kecewa dengan kinerja wasit dan itu jadi tanggung jawab saya. Karena itu, saya akan turunkan tim untuk mengevaluasi kinerja wasit. Ke depan di setiap pertandingan kita akan memasang kamera dan mengevaluasi setiap pertandingan. Wasit yang tidak benar akan saya keluarkan,” kata Gatot, di Bandung, Jabar, kemarin.
Berdasarkan pantauan, kinerja wasit memang mengundang kontroversi. Hal itu terlihat dalam nomor kata yang mempertandingkan kata perorangan putra dan kata perorangan putri. Sejumlah atlet senior yang berprestasi di level internasional dinyatakan kalah oleh wasit meski mereka menampilkan gerakan sempurna.
Gatot menegaskan PON merupakan ajang yang dimanfaatkan PB Forki untuk menyeleksi karateka yang dipersiapkan di ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Karena itu, atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, bila wasit yang memimpin tidak profesional, itu dapat membuat mental atlet melemah. Atlet pun jadi malas berlatih.
Kecaman serupa juga dilontarkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. “Saya rasa wasit merasa ditekan penonton. Kalau seperti ini kan PON jadi sulit menghasilkan atlet untuk Indonesia berprestasi di ajang internasional.”
Hari pertama cabang olahraga karate PON XIX Jabar 2016 dikuasai Jawa Timur yang merebut 2 medali emas dari 4 nomor yang dipertandingkan. Medali emas Jatim disumbangkan Sisilia Agustiani Ora di nomor kata perorangan putri dan karateka senior Umar Syarief di nomor kumite (tanding) +84 kg.
Dua medali emas lainnya terbagi rata untuk tuan rumah Jabar yang diwakili Rahmad Darmawan di nomor kata perorangan putra dan Sulawesi Selatan yang diwakili Hendro Salim di kumite -84 kg.
Sementara itu, atlet kempo NTT, Jenneth Pascarani Dethan, berjanji akan meraih emas di PON Jabar. Pemegang sabuk hitam dan-II itu memang tidak pernah absen mendapat medali emas di setiap kejuaraan kempo. Prestasi terakhir yang ia raih ialah dua emas pada Pra-PON 2015 di Bandung. (Gnr/PO/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved