Atlet Level Dunia Dominasi Wushu

Ghani Nurcahyadi
19/9/2016 11:38
Atlet Level Dunia Dominasi Wushu
(Atlet wushu DKI Jakarta Achmad Hulaefi. -- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

ATLET level dunia asal Indonesia masih menguasai cabang olahraga wushu dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016, yang mulai dipertandingkan di GOR Pajajaran, Bandung, kemarin. Atlet wushu DKI Jakarta, Achmad Hulaefi, menjadi peraih medali emas pertama di cabor wushu, di nomor changquan.

Hulaefi yang sudah malang-melintang di kejuaraan internasional sejak 2005 tampil sempurna saat memperagakan semua gerakan dengan tangan kosong. Dia pun mendapat penilaian paling tinggi dengan total skor 9,65. Atlet 27 tahun yang akrab disapa Ulai itu unggul jauh atas pesaingnya dari Sumatra Utara, Charles, yang meraih medali perak dengan skor 9,58. Sementara itu, perunggu menjadi milik atlet Sumut lainnya, Aldy Lukman, yang mendapat nilai 9,30.

Bagi Hulaefi, medali emas yang didapatkan kali ini sekaligus mempertahankan raihannya di PON XVIII Riau 2012 .

Selain changquan, Hulaefi dijadwalkan berlaga di tiga nomor lainnya. Peraih dua medali emas SEA Games 2013 Myanmar itu juga diharapkan mampu menyapu bersih semua nomor yang diikutinya dengan medali emas. “Ini berkat latihan berat dan disiplin yang saya lakukan. Lawan-lawan yang saya hadapi tadi juga merupakan lawan-lawan yang sudah sering saya jumpai di pertandingan. Jadi, lawan terberat ialah diri saya sendiri,” kata Hulaefi.

Manajer tim wushu DKI Jakarta, I Gde Sardjana, mengatakan Hulaefi pantas mendapatkan medali emas karena menampilkan sejumlah jurus-jurus pada disiplin taolu (seni) nomor changquan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ia berharap, di tiga nomor lainnya, Hulaefi bisa kembali menyumbang emas.
Di nomor changquan putri, atlet tuan rumah Monica Pransisca Sugianto sukses merebut medali emas dengan memperoleh nilai 9,53.

Dia mengungguli atlet wushu Jawa Timur Felda Elvira Santoso yang meraih perak dengan selisih hanya 0,01 poin. Medali perunggu diraih atlet Jawa Tengah, Devi Indaryanti Taryono, dengan 9,51 poin. “Saya sebenarnya tidak ditargetkan untuk dapat medali emas, tapi teriakan suporter membuat saya semakin bersemangat dan akhirnya bisa menampilkan semua gerakan dengan baik tanpa grogi. Medali emas ini saya persembahkan untuk masyarakat Jawa Barat, “ kata Monica.

Bonus
Untuk menyemangati para atlet yang berlaga di PON, Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi akan menambahkan bonus bagi para atlet yang mendapatkan medali.

Rustam mengatakan tam-bahan bonus kepada para atlet Babel yang meraih medali merupakan bentuk perhatiannya kepada atlet berprestasi. Bonus itu pun berasal dari kantong pribadinya.

Sayangnya, dia masih enggan membeberkan berapa besar bonus tambahan yang akan dia berikan kepada atlet penyumbang medali. (RF/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya