PERSAINGAN Usain Bolt dan Justin Gatlin di Kejuaraan Dunia Atletik 2015 yang berlangsung di Stadion Nasional, Beijing, Tiongkok, masih berlanjut. Setelah nomor 100 meter, dua sprinter putra terbaik dunia saat ini tersebut akan bersaing menjadi yang terbaik di nomor 200 meter.
Di nomor 100 meter, Bolt membuktikan diri masih yang tercepat. Dalam final 100 meter dua hari lalu, pelari Jamaika itu memecundangi Gatlin dengan merebut medali emas.
Setelah hanya merebut perak di nomor 100 meter, Gatlin berpeluang besar untuk membalas kekalahannya dari Bolt. Di babak penyisihan kemarin, Bolt membukukan waktu 20,28 detik, sedangkan Gatlin mencetak waktu lebih baik dengan 20,19 detik. Keduanya lolos ke semifinal yang akan berlangsung hari ini.
Walau tidak terlalu difavoritkan, Bolt optimistis bisa kembali mengungguli Gatlin. Menjadi juara nomor 200 meter di tiga kejuaraan dunia sebelumnya merupakan modal besar Lightning Bolt, julukan Bolt, untuk kembali mempertahankan medali emas.
Setelah nomor 100 meter, Bolt memang menegaskan target selanjutnya ialah emas 200 meter. Menurutnya, ketimbang di nomor 100 meter, motivasi mempertahankan emas 200 meter lebih besar.
''Justin Gatlin tampil bagus sepanjang musim ini. Karena itu, saya tidak berpikir ia akan absen di garis start dan tidak ikut berlomba. Saya sudah tidak sabar tampil di nomor favorit saya itu. Keinginan menang lebih besar ketimbang di 100 meter. Saya tahu kemampuan saya,'' tegasnya.
Seperti Bolt, Gatlin juga mengusung ambisi besar meraih emas nomor 200 meter. Berdasarkan catatan waktu, Gatlin memang lebih diunggulkan. Catatan terbaik Gatlin ialah 19,57 detik. Adapun Bolt, walau tak terkalahkan di nomor 200 meter sejak 2007, tahun ini catatan waktunya belum mampu di bawah 20 detik.
''Siapa pun yang bertarung dengan Bolt harus siap, dan saya sangat senang bisa bertarung dengannya. Nomor 100 dan 200 meter adalah dua hal berbeda, dan saya sangat fokus menghadapi nomor 200 meter,'' tegas Gatlin seperti dikutip Daily Star.
Pertahankan emas Di nomor 800 meter putra, David Rudisha merebut emas. Di final kemarin, atlet Kenya tersebut menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 45,84 detik. Itu merupakan emas kedua Rudisha di kejuaraan dunia nomor 800 meter setelah merebutnya pada kejuaraan dunia 2011 di Daegu, Korea Selatan.
Juara Eropa Adam Kszczot dari Polandia merebut perak dengan waktu 1 menit 46,08 detik, sedangkan perunggu didapat pelari Bosnia Amel Tuka.
Di nomor 1.500 meter putri, dominasi Genzebe Dibaba belum mampu disaingi atlet negara lain. Dalam fi nal, atlet Ethiopia itu menjadi yang tercepat dengan waktu 4 menit 8,09 detik.
Ia unggul 0,87 detik atas pelari Kenya Faith Kipyegon yang merebut perak. Adapun perunggu diraih atlet Belanda Sifan Hassan dengan catatan waktu 4 menit 9,34 detik. (AP/R-3)