Kemenpora Bantah Intervensi

Ghani Nurcahyadi
13/9/2016 08:22
Kemenpora Bantah Intervensi
(MI/Adam Dwi)

RENCANA Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar Kongres Pemilihan di Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Oktober mendatang, mendapatkan tentangan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menpora Imam Nahrawi secara terang-terangan meminta kongres pemilihan digelar di Yogyakarta.

Hal itu ditegaskan Imam dalam surat bernomor S 2844/MENPORA/IX/2016 tertanggal 9 September 2016 yang ditujukan kepada Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI.

Dalam surat yang berisi tiga poin respons Kemenpora terhadap permohonan rekomendasi kongres pemilihan itu, Imam menyatakan pihaknya tidak akan memberi rekomendasi jika kongres tak digelar di Kota Gudeg.

Imam beralasan Yogyakarta sebagai tempat kelahiran PSSI merupakan titik nol reformasi PSSI.

'Penunjukan Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan kongres merupakan momentum reformasi total persepakbolaan nasional Indonesia dengan memperhatikan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional beserta peraturan pelaksananya', tulisnya.

Meski surat tersebut terkesan memaksakan pemindahan lokasi kongres dari yang sebelumnya sudah disetujui Komite Eksekutif PSSI, juru bicara Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan tidak ada paksaan bahkan intervensi dalam penentuan tempat kongres.

"Ini bukan paksaan. Substansi pemindahan tempat ini semata-mata karena pemerintah mengingatkan PSSI untuk kembali ke titik nol," kata Gatot.

Gatot yang juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menegaskan pilihan bagi PSSI untuk merespons surat dari Menpora hanyalah mematuhi atau melanggar.

Ia pun memastikan kongres tidak bisa berjalan jika tidak diselenggarakan di Yogyakarta.

Sesepuh Persib Bandung, Umuh Muchtar, kemarin, menyatakan setuju akan langkah pemerintah (Kemenpora) menunjuk Yogyakarta sebagai kota tempat pelaksanaan Kongres PSSI, 17 Oktober mendatang.

"Kemana pun tempat kongres ini dipindahkan tidak akan mengurangi esensi dari jalannya kongres nanti," ujar Umuh Muchtar yang menambahkan, Kelompok 85 masih solid mendukung Letjen Edy Rahmayadi menjadi Ketua Umum PSSI.


Menuai kritik

Penetapan lokasi kongres pemilihan di Makassar memang telah memicu pro dan kontra di kalangan pemilik suara (voters) PSSI.

Namun, Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI Agum Gumelar menegaskan lokasi kongres tidak bisa serta-merta diubah mengingat PSSI sudah melapor ke FIFA dan AFC.

Sikap Kemenpora menimbulkan reaksi.

Di media sosial Twitter, muncul tanda pagar bertuliskan #MakassarJugaIndonesia, sebagai kritik terhadap kebijakan Kemenpora.

"Kalau acuannya sejarah, PSM pun punya andil besar dalam perjalanan sepak bola Indonesia," tegas Koordinator Media Officer PSM Ramli Manong di Makassar, kemarin.

Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, kemarin, menyatakan kongres pemilihan tetap digelar di Makassar karena sudah diputuskan Komite Eksekutif PSSI dan peserta kongres. (BU/DY/LN/PT/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya