VALENCIA tinggal selangkah lagi untuk menjadi tim kelima asal La Liga yang berlaga di babak utama Liga Champions. Kemarin (Kamis 20/8/2015) dini hari, Los Che tanpa kesulitan menyudahi leg pertama play-off kontra AS Monaco dengan skor akhir 3-1.
Sejauh ini, belum pernah ada liga mana pun yang meloloskan lima klub ke fase grup. Dengan kemenangan tersebut, Valencia setidaknya bisa mengincar hanya imbang di laga kedua yang akan dimainkan di kandang Monaco, pekan depan.
Meskipun demikian, pelatih Valencia Nuno Espirito Santo menandaskan hasil itu belum mengamankan posisi mereka di fase grup. Pasalnya, kebobolan di kandang sendiri bukanlah hal yang mereka harapkan sehingga mereka masih harus ekstra waspada di laga kedua.
"Skor ini belum menentukan. Kami akan pergi ke Prancis dengan misi yang sama, yaitu menang. Tidak ada favorit," ujarnya seperti dilansir situs resmi UEFA.
Tampil garang sejak kick-off merupakan kunci kesuksesan Valencia di Stadion Mestalla malam itu. Hanya butuh 4 menit bagi Rodrigo untuk menjebol gawang tim dengan pertahanan terbaik di fase grup Liga Champions musim lalu itu.
Pun 4 menit memasuki babak kedua, tim tamu bisa menyamakan skor lewat Mario Pasalic. Untung bagi tuan rumah, Daniel Parejo kembali membawa mereka unggul sebelum ditutup lesakan winger yang dikabarkan bakal hengkang ke Fenerbahce Sofiane Feghouli.
Pelatih Monaco Leonardo Jardim menilai hasil itu tidak adil bagi timnya karena mereka merasa bermain lebih baik jika dibandingkan dengan Valencia. Namun, asa untuk menyusul Paris Saint-Germain ke babak utama belum pupus jika mereka mampu mencetak dua gol di kandang pekan depan.
Harapan Malmo Di Celtic Park, Glasgow Celtic juga mengemas kemenangan meski hanya dengan skor tipis 3-2 atas Malmo. Tak pelak, klub asal Swedia tersebut merasa masih ada harapan untuk lolos karena mereka hanya harus menang 1-0 di laga dua nanti.
"Kini kami punya kesempatan besar karena hanya harus mencetak satu gol di kandang," ujar juru taktik Malmo Age Hareide.
Pekerjaan rumah yang terlebih dahulu harus diselesaikan pria asal Norwegia itu ialah fokus tim yang buruk di awal laga. Pasalnya, malam itu, the Bhoys sudah mampu menjebol dua kali gawang tamu mereka lewat Leigh Griffiths (3') dan Nir Biton (10').
Jo Inge Berget memperkecil ketertinggalan dengan lesakan di menit ke-52 sebelum gap kembali dua gol oleh Griffiths. Untungnya di masa perpanjangan waktu, Berget menceploskan bola keduanya ke gawang Craig Gordon sehingga skor akhir 3-2 untuk tuan rumah.
Pelatih Celtics Ronny Deila mengaku kecewa dengan lahirnya gol kedua Berget di detik-detik akhir. Akan tetapi, ia tetap melihat kemenangan tipis itu sebagai keuntungan yang akan dimaksimalkannya di partai kedua.
"Tentu saja kami kecewa dengan kebobolan di menit-menit akhir, tapi kami tetap unggul gol dan mereka harus mengalahkan kami di pertemuan berikutnya," imbuhnya.
Di partai lain, Shakhtar Donetsk membawa pulang kemenangan 1-0 atas Austria, begitu pula Dinamo Zagreb yang menundukkan Skenderbeu 2-1 di Albania. Sementara itu, FC Basel harus bekerja keras di laga dua karena hanya imbang 2-2 dengan Maccabi Tel Aviv di Swiss.
Total ada 10 tiket yang diperebutkan 20 tim di play-off ini. Klub-klub yang bakal lolos akan diundi dengan sistem pot dan dibagi dalam delapan grup dengan pengundian dilakukan pada 27 Agustus waktu Monaco.(AP/AFP/R-1)